Beranda WISATA Wisata Kota Jadi Ilham 2 Fotografer Andal Indonesia

Wisata Kota Jadi Ilham 2 Fotografer Andal Indonesia

3858
0
BERBAGI
"The Billiard Gangster", karya foto Fajar Kristianto (foto: dok.Sony Indonesia)

Hasil karya para fotografer yang masuk daftar finalis akan dipamerkan bersamaan dengan foto-foto pemenang “Sony World Photography Awards & Martin Parr 2017 Exhibition” di London.

DEWAN juri kompetisi Sony World Photography Awards 2017 memberikan penghargaan bagi karya dua fotografer asal Indonesia yang terbilang mambawa ilham unik dan impresi wisata kota, dengan menempatkan kedua karya tersebut ke dalam urutan sepuluh teratas dalam kompetisi kategori terbuka (Open Category).

 

Lebih dari 227.000 foto dari 183 negara dikirimkan untuk mengikuti kompetisi “Sony World Photography Awards 2017”, berharap masuk seleksi daftar finalis penghargaan untuk kategori Professional, Open, Youth dan Student Focus.

 

Seperti dilaporkan pihak Sony Indonesia, fotografer asal Indonesia yang masuk bagian sepuluh teratas kompetisi kategori terbuka (Open Category), yakni salah satunya adalah Hendra Permana untuk kategor Open Street Photography (dan juga mendapat pujian di kategori Culture).

 

Hendra bertempat tinggal di Jakarta, memiliki latar belakang di bidang desain grafis dan arsitektur, dan masuk ke dalam daftar finalis untuk foto “Lady in Red”. Foto tersebut merupakan street shot yang berani, secara elegan menangkap gambar wanita sedang berjalan melalui terowongan flyover Antapani, Bandung, Jawa Barat.

 

Hendra juga diberikan penghargaan 50 teratas dalam kategori Culture dengan foto berjudul “Playing Wayang”, tentang anak kecil sedang sibuk bermain dengan bonekanya. Hendra sempat dianugerahi juara kedua pada Indonesia National Award 2016, yang adalah bagian dari Sony World Photography Awards.

 

Fotografer satunya lagi adalah Fajar Kristianto, seorang pekerja HR analyst pada perusahaan pertambangan di Jakarta, disamping ia berkarya sebagai fotografer freelance, dan kini masuk ke dalam daftar finalis kategori Open Portraits untuk fotonya yang berjudul “The Billiard Gangster”.

 

Berbicara tentang cerita dibalik fotonya itu, Fajar mengatakan, “Saya mengambil foto tersebut ketika sedang berjalan-jalan dengan teman di sekitar Kota Tua, Jakarta pada September 2016. Saya mengeksplorasi tempat-tempat selain banguan tua yang menjadi atraksi turis, dan memutuskan untuk menjelajahi area di bawah jembatan Penjaringan, Jakarta. Pada awalnya, saya ragu untuk mengambil gambar orang yang bermain billiard di luar ruangan ini, namun saya kemudian mendekati kelompok orang ini dan berbincang dengan mereka. Bagi saya, ini adalah cara terbaik untuk mengambil foto serta mendapatkan cerita latar belakang mereka. Ini merupakan pengalaman unik untuk melihat bagaimana orang di Jakarta memanfaatkan ruang publik yang terbatas, bahkan di bawah jembatan jalan raya.”

 

Memberikan komentar mengenai kesuksesannya, Fajar menyebut ini, “Merupakan suatu penghargaan bagi saya untuk dapat masuk ke dalam daftar finalis Sony World Photography Awards. Jakarta adalah perpaduan menarik antara hutan beton dan individu-individu yang beragam. Saya harap kedepannya, lebih banyak fotografer akan berpartisipasi untuk mengenalkan Jakarta melalui sudut pandang yang berbeda.”

 

Fotografer yang masuk dalam daftar finalis akan berkompetisi untuk memenangkan kategori masing-masing yang diumumkan pada 28 Maret, dan gelar Open Photographer of the Year serta hadiah uang tunai sebesar USD 5,000 akan diumumkan dalam acara penghargaan di London, ibukota Inggris pada 20 April nanti.

 

Hadiah meliputi peralatan fotografi digital Sony dan perjalanan ke acara penghargaan di London. Hasil karya dari para fotografer yang masuk ke dalam daftar finalis akan dipamerkan bersamaan dengan foto-foto pemenang “Sony World Photography Awards & Martin Parr 2017 Exhibition” di London 21 April-7 Mei 2017.

LEAVE A REPLY