Beranda FILM Garin Nugroho Teruskan Toleransi Multikultural di Mooncake Story

Garin Nugroho Teruskan Toleransi Multikultural di Mooncake Story

2599
0
BERBAGI
Morgan Oey (foto: DSP)

Nilai toleransi menjadi pesan amanat karya film garapan Garin Nugroho kali ini. Dia menyebut, nilai toleransi bukan hanya kata-kata. Melindungi sesama manusia adalah simbolnya Kue Bulan.

Fokuskini – Garin Nugroho, sutradara terbaik di Pyongyang Film Festival, serta film arahannya yakni “Daun di Atas Bantal” menang di Tokyo Film Festival (1998) kini menyodorkan karya terbaru, “Mooncake Story” yang segera rilis secara umum di bioskop mulai Kamis mendatang (23/3/2017).

Melindungi sesama manusia dari penderitaan dan ketidakadilan adalah bagian simbolnya Kue Bulan (Mooncake), ataupun juga dikenal umum di sini sebagai Kue Keranjang dan Dodol Cina, kue spesial dan wajib pada saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Nilai toleransi menjadi pesan amanat karya filmnya kali ini. Dia menyebut, nilai toleransi bukan hanya kata-kata. “Tanpa keadilan sosial, bukan menjadi toleransi. Film ini (mau) menunjukkan toleransi harus menjadi kerja bersama-sama, tanpa memandang kelas juga agama,” ungkap Garin, saat berbicara dengan wartawan terkait pertunjukan perdana Mooncake Story.

Makna lintas agama ada di balik pemikiran Garin dalam film layar lebar persembahan Tahir Foundation dan diproduksi oleh Multivision Plus (MVP). Film ini mengajak kita buat kembali mengambil kesan positif pada karya terdahulu Garin, yaitu “Soegija” (2012).

Menurut pandangan Garin, situasi multikultur di negeri ini membuat kita harus melihat sosok kepahlawanan pada penganut agama lainnya.

Film layar lebar yang sebagian besar keuntungannya akan disumbangkan ke Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dan sisanya untuk kepentingan amal dan kemanusiaan itu, menurut keterangan pers dari orang nomor satu di Tahir Foundation, Dato` Sri Tahir, ada tiga makna yang ingin disampaikan dan diekpresikan kepada publik.

“Pertama adalah hubungan yang harmonis, bisa dibangun antara mayoritas dan minoritas. Kedua, adalah hubunganantara si kaya dan si miskin, kita perlu adanya kerjasama saling membantu antara si kaya dan si miskin. Dan ketiga, khusus untuk para pengusaha. Kita para pengusaha bisa berbuat lebih banyak lewat kemampuan kita, untuk membantu masyarakat di bawah lapisan yang paling rendah,” katanya.

Atas dasar pemahaman itulah, Dato` Sri Tahir berharap film ini perlu disaksikan terutama oleh para pengusaha besar, dan pengusaha menengah, “Karena mereka mempunyai tanggung jawab moril untuk mengatasi jurang perbedaan antara masyarakat mampu dan tidak,” tegasnya.

Muatan cerita Mooncake Story mengisahkan pertemuan kebahagiaan cinta antara janda miskin, Asih (Bunga Citra Lestari) dengan pebisnis muda kaya raya, David (Morgan Oey) pengidap penyakit Alzheimer.

LEAVE A REPLY