Beranda EDUKASI Lindungi Hutan Alam Tropis Bagi Keanekaragaman Hayati

Lindungi Hutan Alam Tropis Bagi Keanekaragaman Hayati

433
0
BERBAGI

METODOLOGI gabungan baru yang berlaku secara global untuk melindungi hutan alam, dan mengidentifikasi lahan-lahan yang dapat diolah sebagai areal produksi komoditas secara bertanggung-jawab telah diluncurkan oleh koalisi antara pihak industri dan lembaga swadaya masyarakat.

Versi baru dari High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit yang dirilis di Bali hari Senin ini (8/5/2017), merupakan satu terobosan bagi berbagai perusahaan, masyarakat, institusi dan praktisi teknis yang memiliki komitmen bersama untuk melindungi hutan alam sekunder yang tengah mengalami regenerasi sebagai penyedia cadangan karbon penting, habitat bagi keanekaragaman hayati dan mata pencaharian bagi masyarakat lokal.

“Membiarkan deforestasi atau pembabatan hutan alam demi perkebunan, sudah merupakan suatu hal di masa lalu. Hari ini, kami meluncurkan sebuah toolkit dengan metodologi yang memberikan panduan teknis yang praktis dan terbukti kuat secara ilmiah untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan alam tropis,” kata Grant Rosoman selaku Co-Chair dari High Carbon Stock (HCS) Steering Group.

“Selama dua tahun, para pemangku kepentingan telah menyatukan berbagai upaya untuk menyepakati satu-satunya pendekatan global untuk menerapkan praktek Non-Deforestasi. Metodologi yang dihasilkan telah memperluas persyaratan sosialnya, pengenalan dan penerapan terhadap data cadangan karbon yang mencakup teknologi baru termasuk penggunaan LiDAR untuk mengoptimalisasi konservasi dan hasil produksi, serta dapat diadaptasi bagi petani-petani kecil,” sambungnya.

“Koalisi yang unik ini telah bersatu, dalam menanggapi meningkatnya kekhawatiran akan dampak pembabatan hutan alam tropis terhadap iklim, satwa dan hak-hak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan. Kami menyambut positif atas diterapkannya metodologi ini dalam skala yang luas untuk mendukung hak-hak dan mata pencaharian masyarakat lokal, menjaga kadar karbon hutan dan keanekaragaman hayati, serta kegiatan pengembangan terhadap lahan-lahan olahan secara bertanggungjawab,” imbuh Grant Rosoman.

LEAVE A REPLY