Beranda EDUKASI “Sadako” Ditarikan Kembali oleh Valentine Nagata-Ramos

“Sadako” Ditarikan Kembali oleh Valentine Nagata-Ramos

1651
0
BERBAGI

SEBUAH legenda Jepang mengatakan, “Siapa pun yang membuat seribu origami burung bangau, permintaannya akan dikabulkan.”

Legenda origami burung bangau ini kemudian menjadi simbol perdamaian saat Sadako Sasaki, bocah Jepang berusia 12 tahun, membuatnya.

Saat berumur dua tahun, Sadako terpapar bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima. Tidak seperti kebanyakan anak lainnya, Sadako mampu bertahan hidup bahkan layaknya manusia normal.

Namun, pada usia 12 tahun ia divonis menderita leukimia yang saat itu dikenal sebagai “penyakit bom atom”. Sahabatnya menyampaikan legenda tersebut. Ingin sekali sembuh, maka Sadako berniat membuat seribu origami burung bangau.

Sadako wafat beberapa bulan kemudian saat baru berhasil membuat 644 burung bangau. Teman-teman sekolahnya melanjutkan pembuatan origaminya. Seribu lipatan kertas berbentuk burung bangau itu dikuburkan bersama jenazahnya.

Valentine Nagata-Ramos memadukan tarian Butoh, Hip Hop dan origami untuk mengantarkan kisah ini kembali. Kisah tentang masa kanak-kanak dan perjalanan menuju dewasa.

Kata-kata tergantikan kesunyian tubuh-tubuh yang didera kebiadaban manusia. Alunan lirih Shakuhachi, suling bambu Jepang, mengingatkan kita tentang kehidupan, kebangkitan dan harapan.

Pementasan yang berlangsung di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada hari Selasa malam nanti (16/5/2017) ditutup dengan penerbangan burung-burung bangau kertas.

LEAVE A REPLY