Beranda EDUKASI Grassrock Berkemas Lanjutkan Rencana Besarnya

Grassrock Berkemas Lanjutkan Rencana Besarnya

1538
0
BERBAGI

Fokuskini – Limabelas tahun sempat menghilang dari sejak sepanjang 33 tahun lalu mulai mencatat sejarah di gelanggang musik era 1990-an sebagai pemenang berlabel rutin pada festival band rock dengan kemudian berhasil menghimpun komunitas penggemar setia lewat judul-judul album solo, “Anak Rembulan” (1990), “Bulan Sabit” (1992), “Grass Rock” (1994), “Menembus Zaman” (1999), dan tahun lalu mulai bangkit lagi di jagat rekaman dengan album kompilasi “3 To Rock” (2016) – kini Grassrock melanjutkan rencana besarnya yang tertunda untuk segera melahirkan album solo studio terbarunya, dan pekan ini baru saja merilis singel bertajuk “#Grassrockisback”.

“Pilihan genre modern rock seperti sekarang ini, saya yakini bisa masuk ke selera anak-anak muda sekarang,” terang Rere Reza, drumer dan salah seorang pendiri Grassrock. “Support dan respons dari anak-muda sekolah menengah dan perguruan tinggi melalui medsos kami terutama dari luar Jawa, terus terang menyemangati Grassrock yakin untuk kembali diterima publik,” ditambahkan Hans Sinjal, vokalis Grassrock.

“Kita beruntung menerima vokalis yang masih murni dari tahun 2009 (menggantikan almarhum Dayan). Jadi nggak ada kesulitan buat mengadaptasi segala pikiran dan rasa Dayan didalam lirik-lirik lagu karyanya. Saat dia (Hans) masih butuh waktu proses adaptasi, kebetulan dia mau banyak bertanya (kepada saya dan gitaris Edi Kemput) terutama tentang maksud muatan lirik-liriknya Dayan. Lebih banyak dengan berdiskusi,” jelas Rere.

Dikatakan oleh Hans, dirinya memang justru berusaha mempertahankan warna lama Grassrock supaya nggak bakalan pudar. “Selain membuat sesuatu yang baru, tetapi tanpa meninggalkan benangmerahnya grassrock. Dengan juga nggak berusaha berubah untuk menjadi sosok almarhum (Dayan), tetep jadi diri sendiri,” tegas lanjut Hans.

Diakui oleh Rere, kita sekarang ini nggak bisalah bicara gimana jualan rekaman fisik (CD dan sejenisnya), tapi diibaratkannya tentang bagaimana orang masih ngerokok atau ngopi sambil asik dengerin musik.

“Era sekarang kan gitu. Bagaimana pun orang berusaha menjalankan hidupnya, dan di kehidupan siapa saja perlu kata-kata yang melengkapi. Dengan lagu kan banyak makna yang bisa dikaitkan pada segala macam momentum kehidupan. Dengan pula lagu-lagu lama Grassrock berlirik buatan Dayan, masih banyak yang bisa digali lagi. Nantipun kita akan kemas ulang semuanya. (Lagu-lagu Dayan) Dikemas ulang dalam bentuk yang fresh. Kami berusaha kembangkan lagi gagasan Dayan, antara lain tentang kerinduannya pada Tuhan, Cocok di suasana Ramadan sebentar lagi,” sambung cerita Rere.

Edi Kemput mengungkapkan, mereka (Edi, Rere, Hans, kibordis Denny Irenk dan bassis Zondy Kaunang) kembali akan masuk dapur rekaman pada saat Ramadan nanti untuk segera menyelesaikan album terbaru bermuatan sejumlah lagu lama Grassrock, termasuk “Menuju Jalan Pulang” dan “Rakyat Hutan” serta lagu-lagu baru.

Pasti ada perubahan yang signifikan pada performa musik Grassrock denggn formasi terbaru ini, dan diharapkan Edi Kemput, mereka bisa menjadi pewarna baru di dunia musik rock di Indonesia.

Album terbaru Grassrock, untuk mixing dan mastering dibantu oleh Stephan Santoso yang juga pernah menangani grup rock legendari God Bless, dan sudah sebanyak delapan kali memenangi Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) untuk kategori Peramu Rekam Terbaik.

Mengomentari formasi Grassrock yang kini bersisa dua pemain lama dan tiga baru, Edi mengakui konsep-konsep musik dominan diajukan oleh dirinya. “Pemain-pemain baru membawa ide-ide, Tapi ya namanya grup band, tetap harus ada kerjasama tanpa ada yang dominan di sini,” imbuh Edi.

LEAVE A REPLY