Beranda ENTERTAINMENT “The Doll 2”, Lompatan Rocky Soraya Bikin Sekuel Horor Mendunia

“The Doll 2”, Lompatan Rocky Soraya Bikin Sekuel Horor Mendunia

297
0
BERBAGI

Fokuskini – Bertekad keras untuk merealisasikan “The Doll” sebagai film horor sekuel yang berkelanjutan sampai seri ketiga yang tetap laris ditonton ataupun berhasil jadi box-office. Maka sutradara sekaligus produsernya, Rocky Soraya berkesungguhan banget supaya “The Doll 2” yang segera rilis tayang secara nasional pada Kamis nanti (20/7/2017) hasilnya jangan sampai mengecewakan para penonton di Indonesia.

Caranya, begini kata Rocky, bahwa disamping menghindarkan kesamaan alur cerita meski membuktikan pihak penonton di seri pertamanya terbilang dipuaskan – Hitmaker Studios kini berusaha membuat lompatan-lompatan lebih bagus lagi. “Ini supaya mampu berlanjut ke sekuel ketiga, dengan segala risikonya kan kembali pada berapa banyak hasil jumlah penontonnya,” tambah Rocky.

Untuk diketahui, jumlah penonton bioskop untuk The Doll yang pertama adalah sebanyak 550 ribu di Indonesia, dengan tambahan 220 ribu penonton ketika berlangsung masa putarnya di Malaysia.

Segi lompatan pada bumbu cerita di sekuel kedua The Doll adalah berupaya mengundang emosi dan kecemasan, karena tokoh arwah gentayangan yang berlumuran dendam iblis justru berada pada Kayla, bocah perempuan anak kandung pasangan suami istri, Aldo (Herjunot Ali) dan Maira (Luna Maya).

Bisa dibilang “The Doll 2” bernapsu mencampur aduk horor dan thriller, aksi laga, drama percintaan, kisah kasih keluarga muda, dengan bobot perselingkuhan ataupun cerita yang bertambah menarik supaya film sekuel kedua ini bisa berkeliling di Malaysia, kemudian Brunei Darussalam, Vietnam, Singapura sampai ke India.

Tambah seru dan menegangkan karena kelibatan beban emosinya makhluk hidup, terutama Maira yang tersulut dendam manusiawi akibat realitas penampakan Kayla didorong oleh kasus perselingkuhan sang ayah, Aldo yang kemudian membuka modus kejahatan dibalik tragedi kecelakaan lalulintas mengerikan yang menewaskan Kayla.

Jadi, “The Doll 2” bermaksud bukan sekadar membuat film horor yang “nakut-nakutin” orang banyak namun ada sesuatu misi dendam psikis dengan daya hancur dahsyat, bersinggungan pada pembenaran dendam sakit hati akibat nyawa seseorang dilenyapkan ditengah sukacita kasih sayang, serta melibatkan mimpi indah seorang bocah yang terkoyak kematian “tidak wajar”.

Pemunculan kembali tokoh paranormal, Laras (Sara Wijayanto) serta Bagas (kini diperankan Rydhen Afexi) dikemas tanpa “adu pintar melawan roh jahat” sepeti biasanya, tetapi berlandaskan pilihan sikap kemanusiaan.

Di “The Doll 2” ini pastinya lebih menguras emosi ditambah tingkatan substansi fantasi horor menakutkan, imbuh Rocky, juga lebih menegangkan karena bermaksud tujuan mendunia (go international) dengan upaya menyaingi horor Hollywood sebutlah “Annabelle” atau apapun lainnya yang diharapkan mampu laku di kawasan Asia.

“Go international possible tapi jangan melupakan materi lokalnya, karena pemain-pemain utamanya (Herjunot Ali dan Luna Maya) harus bisa berperan dalam segala situasi konflik (yang bukan hanya di suasana yang menakutkan),” lebih lanjut diterangkan Rocky.

Ritual pemanggilan arwah lewat gending macapat, “Lengser Wengi”, memang hadir di bagian adegan penting demi kebutuhan hadirnya arwah penasaran melalui Sabrina, boneka kesayangan milik Kayla yang jadi sosok perantara dia untuk menuntut dendam pembalasan atas sebab musabab kematiannya.

LEAVE A REPLY