Beranda EDUKASI “Olimpiade Fisika Internasional” Jawab Tantangan Pembangunan Dunia

“Olimpiade Fisika Internasional” Jawab Tantangan Pembangunan Dunia

89
0
BERBAGI

DIREKTUR Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan dan masa depan pendidikan dihadapkan pada tantangan pembangunan global berkelanjutan yang sangat krusial.

Tantangan itu, menurut Dirjen Dikdasmen, diantaranya berupa ketimpangan pembangunan, kemiskinan, kesehatan, krisis energi dan kerusakan lingkungan karena pembangunan fisik yang tidak ramah lingkungan, dan bersifat tidak berkelanjutan.

Menurutnya, perhelatan Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) yang kini berlangsung di Yogyakarta hingga Senin mendatang (24/7/2017) sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan para siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan sains yang berkualitas dan membangun jaringan global ilmu pengetahuan, serta membangun masa depan dunia yang lebih baik.

Dia menambahkan, penguasaan bidang-bidang yang memfokuskan pada perubahan dan keberlanjutan masa depan dan kehidupan umat manusia diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Contohnya (penguasaan) kecerdasan di bidang teknologi aeronautika (pengkajian pesawat terbang dan roket) dan ruang angkasa. Sektor pengembangan energi terbarukan yang handal mudah dan bersih, inovasi penyembuhan penyakit seperti kanker, pengembangan vaksin dan obat-obatan,” ujar Hamid Muhammad.

Sehingga, ajang IPhO bukan sekadar jadi sarana berkompetisi, tapi juga menyemai benih-benih saling memahami antar bangsa, dan terwujud persahabatan dan kerjasama bidang fisika dan pendidikan sains yang berkualitas.

“Saya meyakini para peserta IPhO merupakan calon ilmuwan muda dunia yang akan memperoleh pengalaman berharga, sehingga lebih menyukai ilmu fisika. Kecintaan itu diungkapkan dengan berperan lebih jauh lagi untuk menjawab tantangan pembangunan dunia,” pesan Dirjen Dikdasmen, seperti dikutip dari situs resmi Kemdikbud.

IPhO merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan secara individual, bagi siswa jenjang Sekolah Menengah Atas. Para peserta mengikuti dua jenis tahapan lomba yaitu tahap teori dan praktek. Masing-masing negara dapat mengirimkan maksimal lima orang peserta dengan dua guru pendamping.

Indonesia sebagai tuan rumah mengirimkan lima orang siswa terbaik negeri ini untuk berjuang dan berkompetisi di ajang IPhO. Mereka adalah Bonfilio Nainggolan (SMAN 48, Jakarta Timur), Gerry Widiarto (SMANU MH Thamrin, Jakarta Timur), Ferris Prima (SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten), Faizal Husni (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten), dan Fikri Makarim (SMA IT Al-Binaa IBS Bekasi, Jawa Barat).

Hamid menyampaikan, ajang IPhO yang diikuti sebanyak 86 negara ini sangat penting bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan karakter anak Indonesia. IPhO juga, kata dia, merupakan salah satu puncak pembinaan bakat dan prestasi di bidang ilmu fisika bagi sekitar 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia.

LEAVE A REPLY