Beranda SPORT Imam Nahrawi: Luar Biasa Nilai Progres Pembangunan SUGBK

Imam Nahrawi: Luar Biasa Nilai Progres Pembangunan SUGBK

79
0
BERBAGI

PERKEMBANGAN pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat telah terealisasi 82,29% melebihi dari target 78,09% hingga pekan ke-51. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menilai progres pembangunan SUGBK sangat menggembirakan. Disisa 64 hari lagi sudah mencapai 82,29%, ada deviasi surplus 4,20% dari yang direncanakan. Menpora mengaku gembira dan puas, karena kemajuannya sangat luar biasa.

Selama meninjau langsung ke SUGBK pada hari Selasa (8/8/2017), Menpora turun langsung ke lapangan, merasakan kondisi rumput, menyaksikan penyiraman, mencoba dengan tendangan bola dan juga bergelantungan di gawang, menduduki kursi, mengecek toilet publik hingga menyaksikan ujicoba penyalaan lampu-lampu.

Area di seputar SUGBK yang memiliki luas lokasi 96.000 m2 dengan keliling luar 1.120 m dan keliling dalam 967 m, sebentar lagi akan menjadi stadion yang sangat membanggakan. Cagar budaya yang merupakan peninggalan sejarah olahraga yang dipertahankan itu, kini bersolek untuk menjadi setara Stadion Allianz, Amsterdam ArenA dan Stade de France.

Menpora menjajal lapangan dengan menendang bola diatas rumput berjenis Zoysia Matrella yang dikembangkan di Solo sesuai standar internasional, mengetes kekuatan gawang dengan bergelantungan mengikuti aksi penjaga gawang, serta menduduki kursi di sektor 9 yang berwarna merah putih.

Diujung peninjauannya, Menpora mengingatkan untuk fasilitas para difabel karena setelah Asian Games juga akan digelar Asian Paragames. “Pemerintah memperhatikan semuanya, oleh karenanya SUGBK ini juga harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas untuk para difabel, jalan masuk, lift, kursi, toilet, agar nyaman juga untuk penyelenggaraan Asian Paragames,” pesan Menpora Imam Nahrawi, seperti dikutip dari situs resmi Kemenpora.

Nantinya kecanggihan SUGBK adalah memiliki lighting terbaik di dunia, trek atletik kelas satu yang hanya ada 3 di kawasan Asia dan satu-satunya di Asia Tenggara, dengan jumlah kursi hampir 80.000 ataupun terbanyak di Asia Tenggara, dan masuk 5 besar dunia, solar PV panel stadion dengan daya terbangkitkan per tahun hingga 760MWh sebagai nomor 2 di dunia, smart stadium, smart ticketing dengan full height gate and turnstiles kualitas Dorma Kaba.

Stadion olahraga dengan fasilitas kaca tahan peluru kaliber 7,62 di Royal Box yang hanya ada dua di dunia, perlengkapan CCTV dan server dengan kemampuan Face Recognation dan crowd/traffic, analysis, yang mampu mengawasi pergerakan orang serta bisa diintegrasikan dengan Devisi Anti Teror Mabes POLRI.

Indonesia ditetapkan menjadi tuan rumah setelah negara Vietnam menyatakan ketidaksiapannya. “Jika ada yang mengatakan kita terlambat mempersiapkan, itu tidak benar. Kita menerima menjadi tuan rumah Asian Games itu setelah Vietnam menyatakan ketidaksiapannya, ada satu tahun sudah terlewatkan. Justru dengan kita menerima dan pemerintah bersungguh-sungguh mempersiapkannya, berarti Indonesia menyelamatkan gelaran olahraga akbar Asian Games,” tegas Menpora.

LEAVE A REPLY