Beranda RAGAM Pangsa Pasar Otomotif di Indonesia Masih Terbesar di ASEAN

Pangsa Pasar Otomotif di Indonesia Masih Terbesar di ASEAN

88
0
BERBAGI

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 telah resmi dibuka di ICE BSD City, Tangerang, Banten hari Kamis ini (10/8/2017). Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap agar GIIAS menjadi ajang untuk unjuk diri bagi pabrikan otomotif di dalam negeri terhadap kualitas kendaraan yang diproduksi, termasuk dalam peningkatan penggunaan komponen lokal. “Peningkatan konten lokal bisa mendongkrak daya saing indusri otomotif di Indonesia,” ujarnya.

Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Perindustrian, Airlangga mengatakan bahwa peraturan baru yang akan segera diberlakukan bertujuan juga untuk mendorong peningkatan investasi perakitan kendaraan bermotor hingga pembuatan komponen di dalam negeri.

“Saat inI ada 36 perusahaan yang bergerak di sektor otomotif di Indonesia. Nilai tambah terhadap konten lokal diharapkan bisa meningkat,” harap Airlangga.

Selain itu, imbuhnya, ada sekitar 1.500 perusahaan komponen di lapis pertama hingga ketiga yang menunjukkan masih terbukanya peluang ekspor. “Kami pun tengah menggarap kebijakan untuk meningkatkan ekspor dengan menyeragamkan insentif mobil sedan di luar negeri,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pangsa pasar otomotif di Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN dengan kontribusi sepertiga dari total permintaan pasar ASEAN, atau senilai USD 1 triliun dari total USD 2,3 triliun.

Potensi ini harus dapat dijadikan basis pengembangan industri otomotif. Tidak hanya di tingkat industri perakitan, namun juga industri komponen dan industri bahan baku sehingga kemandirian otomotif nasional dapat tercapai.

“Dengan potensi yang kita miliki saat ini, tentunya peluang untuk mengekspor produk-produk otomotif unggulan kita sangat terbuka lebar, dan pemerintah tentunya sangat mendukung pelaku usaha untuk tidak hanya bermain di pasar dalam negeri namun juga meningkatkan dan memperluas pangsa pasar internasional,” paparnya.

Di sektor otomotif ada penambahan 5.000 tenaga kerja, sehingga total tenaga kerja mencapai satu juta orang. “Jika digabung dengan industri pendukungnya bisa mencapai lima juta tenaga kerja. Maka itu, industri otomotif memiliki nilai tambah yang juga menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.

LEAVE A REPLY