Beranda FILM FFKHN Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Kawal Harta Negara

FFKHN Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Kawal Harta Negara

110
0
BERBAGI
foto: (kiri ke kanan) Hendar Ristriawan, Moermahadi Soerja Djanegara dan Slamet Rahardjo Djarot

Fokuskini – Melalui penyelenggaraan Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN 2017), pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) didukung USAID telah menghasilkan karya-karya film pendek dan dokumenter dengan keputusan 9 pemenang, dan disebut ketua dewan juri Slamat Rahardjo Djarot bahwa terbukti Indonesia telah memiliki manusia-manusia visioner ditengah budaya literasi belum merata dan edukasi good governance yang terabaikan.

“Nah, kalau kemudian sudah tumbuh kesadaran masyarakat seperti itu (yang diperlihatkan oleh film-film pemenang FFKHN 2017), ini kan bisa lebih bagus. Bagaimana kemudian masyarakat menyadari mengawal harta negara itu harus dimulai dari masing-masing masyarakatnya, selain (tugasnya) pengelola keuangan negara termasuk BPK,” dijelaskan Sekretaris Jenderal BPK, Hendar Ristriawan.

BPK selain kemudian dapat masukan dari masyarakat (melalui FFKHN 2017), dan juga kita ingin melihat bagaimana sih pandangan masyarakat tentang pekerjaan mengawal harta negara ini. “Ternyata mengejutkan, dari film-film pemenang kemudian tergambarkan kawal harta negara bukan tanggung jawab BPK saja, tapi tanggung jawab publik juga, tanggungjawab Pemda, Pemerintah Pusat, tanggung jawab semua pihak. Itulah kesan yang kemudian sangat bagus dari festival film ini,” imbuh Sekjen BPK.

Bangsa ini, lebih lanjut dikatakan Hendar, akan menjadi lebih baik kalau semua sadar karena harta negara harus dikawal, dan paling penting adalah kesadaran (bukan ketakutan) untuk tidak berbuat korup. “Tidak menelantarkan harta negara, sambil merawatnya dengan baik,” ditambahkan Hendar.

Film-fim pendek dan dokumenter dari para pemenang, disanjung Slamat Rahardjo dengan kekaguman karena orang-orang muda tersebut ternyata dipastikan bukan penyuka sinetron televisi, seperti dia mencontohkan karya pemenang Kategori Film Fiksi Pelajar yang mengisahkan untold story “Ir Soemarno”, juga kecermelangan visi gagasan film pendek “Amarta (Gadis dan Air)” sebagai pemenang Special Jury Award, selain itu ada judul pemenang “Beras Bosok Kanggo Rakyat” (Kategori Film Dokumenter Pelajar) dan “Papan Anggaran Desa” (Kategori Citizen Journalism Pelajar) serta “Selesai Direhab Pemerintah, Sekolah Ini Terbengkalai” (Kategori Citizen Journalism Umum).

Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, menjelaskan tentang latar belakang diadakannya FFKHN adalah karena tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan BPK membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.

“Untuk mengawal harta negara ini, kami berupaya terus melakuakn sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tugas dan wewenang BPK. Salah satu upayanya adalah dengan menyelenggarakan festival film ini dengan dukungan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID. Kami mengajak masyarakat untuk membuat karya sinematografi dengan tema yang relevan dengan tugas BPK, yaitu mengawal harta negara,” demikian keterangan Ketua BPK.

LEAVE A REPLY