Beranda ENTERTAINMENT Premier League, Tontonan Seru yang Sempat Disepelekan

Premier League, Tontonan Seru yang Sempat Disepelekan

73
0
BERBAGI
Zlatan Ibrahimovic

Fokuskini – Di antara yang diprediksi paling pasti mampu meraih kemenangan anugerah Indonesian Television Awards 2017 seperti program Dahsyat, Laptop Si Unyil, Hitam Putih, Ini Talk Show dan aktor Agus Kuncoro — sebagian pemirsa mungkin kurang sepakat menerima kenyataan Premier League ikut ambil peluangnya meraih penghargaan.

Ditayangkan rutin setiap akhir pekan di RCTI dan MNCTV, kompetisi sepakbola kasta teratas di Inggris itu terbilang kalah gengsi oleh karena tanpa Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar, Mbappe dari golongan pencetak gol berakurasi tinggi.

Premier League mungkin cuma dikenal memiliki gelandang bertipu daya seperti Pogba dan striker veteran Ibrahimovic, karena masih mengalahkan popularitas striker Chelsea pindahan dari Real Madrid, Alvaro Morata dan juga Coutinho yang wajar kecewa oleh kegagalan tawar menawar kepindahannya ke Barcelona.

Sebaliknya, inilah beberapa kelebihan yang mesti diperhatikan daya saingnya, dari kiper brilian David De Gea sampai dengan bos-bos pelatih seperti Pep Guardiola yang terkesan ditantang keberaniannya berpindah melatih Manchester City meninggalkan Bayern Muenchen.

Terus juga ada Jose Mourinho yang memberikan kesan harus melatih Manchester United guna membuktikan kualitas superiornya selama ini mesti dibuktikan dengan sejarah kepelatihan di klub legendaris Man Utd. Ataupun penasarannya Juergen klopp untuk melatih klub tetua, Liverpool.

Terus patut pula dicatat peran akademi beberapa klub di Premier League yang menghasikan tenaga muda berpotensi kuat, utamanya Marcus Rashford dan Jesse Lingard.

Lalu, melihat ketatnya jadwal tanding saling dempet dengan laga kompetisi Liga Champions, Liga Eropa, belum lagi himpitan turnamen-turnamen lokal yakni FA Cup dan Carabao Cup. Ini menjadikan pasal alasan klub-klub Liga Premier Inggris tidak panjang usia di turnamen-turnamen akbar sepakbola internasional. Apakah sejauh ini sistem kompetisi ketat yang terus mencederai dan melelahkan setiap pesepakbola di Premier league bisa dinilai merugikan kemajuan sepakbola Inggris?

Pada kenyataannya, sepakbola di Inggris menunjukkan kemajuan penting dari hasil penyisihan fase grup di Kualifikasi Eropa (untuk Piala Dunia FIFA di Rusia, 2018). Kini, Inggris masih bertengger di puncak klasemen Grup F, serta tahun ini untuk pertamakalinya skuad timnas Inggris U-19 merebut piala kemenangan.

Jadi, apa pantas Premier League dimenangkan di ITA 2017? Tidak semua laki-laki suka menonton Premier League, namun tepuk sorak terhadap tontonan Premier League menandakan mereka selalu dihibur oleh tontonan sepakbola dari klub-klub di Liga Premier Inggris (Joj/Jos)

LEAVE A REPLY