BERBAGI

KEGIATAN eksibisi “Banda, Warisan Untuk Indonesia” mengusung subtema “Pala dan Perjanjian Breda, 1667-2017” berlangsung di Gedung C – Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat hingga 4 Oktober nanti, menyoroti sejarah Banda sebagai penghasil rempah yang kaya dan bagaimana perannya sebagai pusat perhatian dalam perdagangan dan politik internasional.

Eksibisi ini juga menghubungkan episode sejarahnya dengan Banda saat ini, dan bagaimana Banda menjadi sumber inspirasi dalam karya seni kontemporer.

Aktivitas seni ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa besar yang sejak dahulu telah memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan dunia. Dengan demikian, diharapkan munculnya kebanggaan pada jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Beberapa seniman nasional dan internasional seperti Hanafi, Titarubi, I Made Wianta (dari Indonesia), Beatrice Glow (Amerika Serikat), Isabelle Boon (Belanda) dan Jez O’Hare dari Inggris yang terinspirasi oleh Banda turut berpartisipasi menampilkan karya seni mereka dalam pameran ini. Tim kurator yang terlibat adalah Wim Manuhutu, Sadiah Boonstra, Wieske Sapardan dan Siti Halimah.

Kegiatan seminar turut diadakan di Ruang Seminar, Galeri Nasional Indonesia pada 3 Oktober 2017 dengan tajuk “Banda Dulu, Kini dan Besok” bersama narasumber utama Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid.

LEAVE A REPLY