Beranda EDUKASI “Menjilat Matahari”, Konser Produk Budaya dari Yockie Suryo Prayogo

“Menjilat Matahari”, Konser Produk Budaya dari Yockie Suryo Prayogo

114
0
BERBAGI
(kiri ke kanan): Ariyo Wahab, Yockie Suryo Prayogo, Iko Wisprantoko dan Ridho Aditya

Fokuskini – Hasrat besar Yockie Suryo Prayogo adalah menjadikan musik sebagai produk budaya dan bagian penting disiplin keilmuan. Baginya, musik adalah kehidupan yang tidak sekadar profesi tetapi bagian dari napasnya.

Yockie memulai passion berbudaya lewat musik ciptaan sendiri, utamanya sejak bergabung di grup rock, God Bless pada dekade 1970-an. Menduplikasi sampai sehebat kibordis-kibordis termasuk Jon Lord (Deep Purple), Keith Emerson (Emerson, Lake & Palmer) ataupun Rick Wakeman (Yes) — disadarinya segalanya itu tidak bakal menjadikan apa-apa karena pemusik harus menjadi dirinya sendiri.

Ketika di God Bless lahir karya-karya Yockie seperti “Suara Kita”, “Misteri”, “Satanic Verses”, “Kehidupan”; dan “Menjilat Matahari” yang pada 11 Oktober mendatang jadi tajuk konser terbarunya yang berlangsung di The Pallas, SCBD, Jakarta mulai pukul 20.00 WIB dengan menampilkan Nicky Astria, Andy /rif, Ariyo Wahab, Budi Cilok dan legendary rocker nasional, Setiawan Djody.

Noble desires, mungkin lebih tepat dibilang begitu, membuat karakter bermusik Yockie kepingin pula bertanggung jawab pada tren pop Nusantara, dan turut membantu rekan-rekannya di Radio Prambors menggarap album kompilas Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR 1977 dan 1978); serta “Badai Pasti Berlalu” dalam kerja kolaborasinya dengan Eros Djarot menghadirkan Chrisye dan Berlian Hutauruk.

Tetapi bukan artinya ia lantas rela meninggalkan genre rock, karena sebagai komposer, player dan music director — Yockie mengilapkan album-album rock gemilangnya Mel Shandy, Ita Purnamasari, Ikang Fawzi hingga Nicky Astria. Begitupun kerja cemerlangnya di God Bless sempat berlanjut di album “Semut Hitam” (1987.)

Lalu, bagaimana cerita dibalik konser kekiniannya, “Menjilat Matahari” di tahun ini, Yockie menyebut target penontonnya mungkin mayoritas generasi Gen X atau Baby Boomer yang biasanya malah datang bersama keluarganya.

Di tengah dominasi pop sekarang ini, kita (Trans Event dan Interact Mahana Live) mencoba konser rock dari komposer legenda hidup yang mumpuni pula saat menangani kaya cipta lagu pop yang keren dan berbudaya, sembari kita mengajak anak-anak muda sekarang mengenali karya musik rock yang mengilhami dan melegenda dari Yockie Suryo Prayogo.

“Lagu-lagunya enak dan bagus-bagus. Jadi harapannya bukan penontonnya dari angkatan-angkatan generasi 1970/80 saja, tetapi anak-anak mudanya ikut hadir untuk bisa menikmati lagu-lagu legenda pop 1970/80,” kata Iko Wisprantoko, Direktur Trans Event mewakili pihak promotor penyelenggara saat konferensi pers, hari Selasa (3/10/2017).

Sedangkan bagi promotor musik Interact Mahana Live, dukungannya terhadap musik karakteristik gaya Yockie sudah untuk keempat kalinya diselenggarakan di Bandung, Malang, Yogyakarta dan juga Jakarta yang menarik kunjungan banyak anak muda secara antusias karena bukan sekadar entertainment tapi juga ada misi dibaliknya.

“Mas Yockie adalah salah satu pemusik yang memiliki identitas musik Indonesia dengan sangat kental, dan diharapkan anak muda generasi sekarang bisa menjadikan itu semua inspirasi, sehingga bisa melahirkan musisi-musisi baru yang mampu bersaing dengan musisi-musisi luar negeri yang menguasai negeri ini,” harap Project Director Ridho Aditya.

Penjualan tiket “Yockie Suryo Prayogo in Rock: Menjilat Matahari” sudah dapat diperoleh melalui ticket.mahanalive.com, seharga beli Rp 400.000 (VIP) dan Rp 250.000 (Reguler).

LEAVE A REPLY