Beranda ENTERTAINMENT “Indonesia Jaya”: Jangan Ingkari Anugerah Keberagaman

“Indonesia Jaya”: Jangan Ingkari Anugerah Keberagaman

179
0
BERBAGI

DALAM kebhinekaan, sejatinya terkandung ikhtiar untuk merajut setiap perbedaan menjadi kekuatan berbasis persatuan. “Keberagamaan; kebhinekaan, adalah anugerah sekaligus aset,” ujar lanjut Hanica Relingga Dara Ayu selaku Produser Drama Musikal Kolosal Indonesia Jaya, saat ditemui sejumlah wartawan di Griya Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Disayangkan, lanjut Dara, bila negeri ini justru kerap mengingkari anugerah keberagaman. Indonesia yang bhineka malah sering terbentur masalah kebhinekaan.

Namun, kata Dara, tak cukup menyatakan prihatin. Apalagi hanya memperdebatkan, kemudian menimpali dengan berbagai ujaran kebencian, fitnah, dan caci maki.

“Anugerah keberagaman itu mestinya dijaga, dirawat, dipraktikkan. Mari kita jaga ruang toleransi dan jangan dibiarkan kosong. Bangunan tenggang rasa yang ambruk di sana-sini, kita bangun kembali. Hindarkan menonjolkan identitas pribadi, golongan, maupun identitas religi,” ungkap istri perwira TNI AU berpangkat Kapten ini.

Dara membaur di tengah ratusan seniman tari, sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa yang sedang melakukan latihan perdana rencana pementasan drama musikal kolosal “Indonesia Jaya.”

Pementasan tersebut, kata Dara, adalah bagian dari upaya untuk mengadvokasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk menjelaskan tentang arti penting kebhinekaan dan integrasi bangsa.

“Drama musikal kolosal ini, ingin merepresentasikan bahwa Indonesia kaya. Bahwa keberagaman adalah keniscayaan yang harus kita syukuri dalam wujud karya,” ungkap pemeran Nesia dalam drama kolosal yang disutradarai seniman muda berbakat, Bathara Saverigadi Dewandoro ini.

Pentas Drama Musikal Kolosal “Indonesia Jaya” diproduksi atas kerjasama Persatuan Istri Anggota (PIA) TNI-AU Ardhya Garini dan Sanggar Swargaloka. Melibatkan ratusan seniman profesional, serta pelajar dan mahasiswa yang direkrut melalui audisi secara ketat.

Pementasan ini menjadi bagian dari puncak hajat besar acara “Indonesia Jaya Festival”, yang akan digelar di Theater Garuda, Taman Bhinneka Tunggal Ika – Taman Mini Indonesia Indah (TBTI-TMII), Jakarta pada 25 November mendatang.

Acara “Indonesia Jaya Festival” ini, diawali dengan menggelar Media Gathering di Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta (17 Oktober 2017); Air Force Expo di Mall Kota Kasablanka Jakarta (17-19 November 2017), serta Air Force Care berupa pemberian bingkisan kepada sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Bintara di Jakarta, (21 November 2017).

Momentum ini juga ditandai pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI), menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza secara serentak di seluruh Lapangan Udara TNI-AU dan Satuan Radar seluruh Indonesia, yang melibatkan lebih dari 1000 siswa Sekolah Angkasa. Ditandai dengan penyerahan naskah Ikrar Indonesia Jaya yang dibawa para penerjun payung dari TNI-AU.

Selanjutnya naskah Ikrar Indonesia Jaya ditandatangani dan dibacakan, serta menurut rencana akan dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Presiden Joko Widodo. Berlangsung di Skadron Udara 45 Halim Perdanakusuma Jakarta pada 24 November mendatang.

Dara berharap, pementasan drama musikal kolosal Indonesia Jaya ini menjadi pamungkasnya gelaran Indonesia Jaya Festival. Menjadi inspirasi dan motivasi dalam rangka membangun ruang-ruang toleransi dan keberagaman melalui seni.

“Kita harus bisa mengerahkan seluruh elemen bangsa untuk mengukuhkan lagi kekuatan dari aset kita, yakni kebhinekaan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY