Beranda LIFESTYLE Aktivitas Ekonomi di Indonesia Masih Agresif

Aktivitas Ekonomi di Indonesia Masih Agresif

95
0
BERBAGI

INDUSTRI manufaktur nasional masih menunjukkan geliat yang positif dalam upaya perluasan usaha, dengan didorong meningkatnya permintaan dari pasar domestik dan ekspor. Ini terlihat dari indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia di posisi 50,4 pada September 2017.

“Kami optimistis pertumbuhan industri hingga akhir tahun 2017 masih cukup baik, seiring realisasi dari investasi di berbagai sektor industri,” kata Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar melalui siaran pers akhir pekan Kemenperin. PMI yang dirilis oleh Nikkei dan Markit tersebut, ketika indeks di atas 50 menandakan manufaktur tengah ekspansif.

Kemenperin mencatat, nilai investasi PMDN sektor industri pada semester I tahun 2017 sebesar Rp 52,11 triliun atau naik sebesar 2,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 50,70 triliun. Investasi PMDN sektor industri ini memberikan kontribusi sebesar 40,15 persen dari total investasi PMDN pada semester I/2017 sebesar Rp 129,80 triliun.

Sedangkan, nilai investasi PMA sektor industri sampai dengan pada semester I/2017 mencapai USD 7,06 miliar. Investasi PMA sektor industri ini memberikan kontribusi sebesar 45,43 persen dari total investasi PMA pada semester I/2017 sebesar USD 15,53 miliar.

Haris pun meyakini, daya beli masyarakat Indonesia masih cukup tinggi. Ini terbukti salah satunya dari hasil penjualan kendaraan di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Hingga acara ditutup, sebanyak 21 ribu kendaraan terjual atau naik dibanding tahun sebelumnya mencapai 20.384 unit. “Di berbagai pameran, kita lihat daya beli tidak menurun,” ujarnya.

Aktivitas ekonomi di Indonesia yang masih agresif, juga diperlihatkan dari kenaikan penggunaan jasa kurir hingga 130 persen di akhir September ini karena pergeseran transaksi dari offline ke online. Selain itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik mencapai 12,14 persen. Bahkan, pertumbuhan penerimaan pajak dari industri juga naik sebesar 16,63 persen dibanding tahun lalu.

LEAVE A REPLY