Beranda ENTERTAINMENT Indonesian Idol Hadir Lagi, Menolak Mati Melahirkan Talenta Idola Publik

Indonesian Idol Hadir Lagi, Menolak Mati Melahirkan Talenta Idola Publik

104
0
BERBAGI

Fokuskini – Kontes menyanyi yang mengandalkan ikut campurnya pilihan suara warga pemirsa melalui pesan pelayanan singkat seluler (voting sms), bisa dibilang kini telah jadi demikian baku digunakan. Masyarakat penonton yang di masa lalu telanjur yakin dengan kualitas singing contest, Asia Bagus (sampai tahun 2000 di TVRI, RCTI dan TV3) dimana keputusan juri mutlak sekali menentukan pemenang-pemenangnya, tetapi dadakan kemudian langsung menyetujui kesepakatan mengikuti aturan suka-sukanya Indonesian Idol di RCTI (mulai 2004) dengan membuat publik penonton bisa ikut ambil bagian membantu kemenangan penyanyi idola pilihannya

Siapa sih yang tidak menyimpan rindu kepada Indonesian Idol, meski mungkin sempat kecewa karena hasil akhirnya pernah mengalahkan Delon ataupun idola-idola lainnya. Namun, pastinya Indonesian Idol mampu melibatkan emosi dan selera individu masyarakat hingga fanatisme kedaerahan seperti momen-momen keseruan di arena kompetisi olahraga.

Ada sahihnya pendapat Dini Putri sebagai Programming and Production Director RCTI, bahwa Indonesian Idol kalaupun sempat vakum mulai 2014 lalu, itu adalah bukan menandakan matinya minat penyelenggara (RCTI dan FremantleMedia) maupun animo masyarakat penonton apalagi spirit talenta-talenta penyanyi usia 16-27 tahun yang bermimpi memperoleh kontrak rekaman.

Hanya kebetulan saja, sebagai kontes tahunan pencarian bakat penyanyi pendatang baru di RCTI, nasib Indonesian Idol jadi bergilir dengan jadwal penayangan variasi singing contest serupa seperti X Factor, The Voice dan Rising Star. Amerika Serikat pun pernah gagal menghadirkan American Idol, cuma lantaran ada problem kesepakatan kerjasama dari pihak stasiun televisi yang hendak menayangkannya.

Andrew Cam selaku Senior Vice President, Content and Production of FremantleMedia Indonesia bersemangat menyanjung, Indonesian Idol menduduki posisi Lima Teratas bersama-sama Perancis, Jerman, Afrika Selatan dan Amerika Serikat untuk lama waktu penyelenggaraannya, diantara lebih dari 48 negara yang menayangkan Idol di seluruh dunia.

“Idol adalah (wadah) pencarian bakat (penyanyi) yang sebenarnya, terbesar dan terbaik tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia dan telah diproduksi di lebih dari 48 negara di seluruh dunia,” terangnya.

Tentang pilihan kini lima juri (Ari Lasso, Armand Maulana, Bunga Citra Lestari, Judika dan Maia), menurut Dini Putri, karena kebutuhan kita terhadap line-up juri yang saling bisa melengkapi. “Jadi kalau memang yang satu berbicara teknis, sementara yang lainnya melihat nilai performa panggung, dan juga ada yang bermodal pengalaman di dunia entertainment dalam memandang atau menilai setiap kontestan. Complementing each other. Juga kami melihat dari masa periode tayangnya yang berbeda, dulu dan sekarang, ataupun menghargai perubahan selera publik di era milenial. Jadi juga mencari juri-juri yang masih cocok pada tingkatan umur-umur pesertanya.”

Segi agresisivitasnya Indonesian Idol dalam penyelenggaraan kesembilan kalinya ini adalah membawa serta artis termasuk pemenang-pemenang Indonesian Idol seperti Delon, Ihsan, Regina dan Nowela disamping Astrid dan Bams berperan sebagai special agent untuk menjaring penyanyi-penyanyi talenta di setiap wilayah daerah 18 kota tempat audisi yakni Malang, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Sukabumi, Kupang, Palembang, Padang, Manado, Makassar, Ambon dan Banjarmasin sebagai special city audition selain kawasan-kawasan yang telah rutin seperti Yogyakarta, Medan, Surabaya, Bandung dan Jakarta. Penayangan siaran langsung “Indonesian Idol 9” di RCTI dijadwalkan berlangsung sejak 18 Desember nanti, mulai jam 21.00 WIB.

LEAVE A REPLY