Beranda LIFESTYLE Interlac, Probiotik Pilihan Dokter di Lebih 90 Negara

Interlac, Probiotik Pilihan Dokter di Lebih 90 Negara

67
0
BERBAGI

DIMANAKAH letak sistem imun kita? Kebanyakan dari kita tidak tahu jawaban dari pertanyaan ini.
Faktanya, 80 persen dari sistem imun kita terletak di saluran cerna yang merupakan organ terbesar di dalam tubuh manusia. Bila dibentangkan, saluran cerna kita ternyata dapat mencapai luas 300 meter persegi, atau sebesar lapangan tenis.

Para ahli medis pun sepakat bahwa kesehatan saluran cerna manusia adalah cerminan kesehatan tubuh secara umum. Saluran cerna yang sehat memiliki kandungan bakteri baik, atau disebut juga sebagai probiotik, yang turut mendukung sistem imun.

Namun, kesehatan saluran cerna dapat terganggu dengan berkembangnya bakteri jahat yang diakibatkan oleh kebiasaan makan yang buruk, hygiene yang buruk, diare, stres, maupun pemakaian obat yang berlebihan.

Diantara banyak macam gangguan saluran cerna, penyakit diare merupakan salah satu masalah terbesar pada bayi dan anak. Bahkan, dehidrasi akibat diare masih menjadi penyebab kematian nomor satu pada bayi dan balita di Indonesia.

Riset nasional menunjukkan bahwa 31,4 persen dari kematian bayi dan 25,2 persen dari kematian balita di Indonesia disebabkan oleh diare.

Diare dapat membunuh bayi dan balita bila menyebabkan dehidrasi tingkat berat, dan telat mendapatkan penanganan. Rata-rata bayi berusia dibawah 2 tahun terserang diare lebih dari tiga kali setahun.

Penyebab utama diare pada bayi antara lain infeksi Rotavirus, infeksi bakteri-bakteri jahat lain dari benda-benda kotor di sekitarnya, alergi, susu formula yang tidak diolah dengan tepat, keracunan makanan, flu, ataupun konsumsi antibiotik.

Menjaga kesehatan saluran cerna bayi dan melindungi bayi dari diare adalah langkah-langkah penting dalam menjaga sistem imun bayi. Salah satu cara yang direkomendasi ahli kesehatan adalah dengan mengkonsumsi suplemen probiotik, yaitu bakteri baik yang efektivitas dan keamanannya sudah terbukti secara klinis dan diakui oleh BPOM.

BPOM Indonesia mengkategorikan probiotik sebagai suplemen makanan, bukan obat. WHO mendefinisikan probiotik sebagai bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan signifikan bagi penggunanya.

Syarat-syarat probiotik yang baik menurut WHO adalah berasal dari manusia, dapat bertahan hidup di saluran cerna, tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu, menghasilkan zat antimikroba, mampu melawan bakteri jahat dan memiliki dokumentasi penelitian yang baik.

Interlac adalah probiotik pilihan dokter di lebih dari 90 negara yang memenuhi semua syarat probiotik baik dari WHO, dan dikenal di kalangan medis sebagai Live and True Probiotic.

Pada dasarnya, manfaat probiotik yang paling diketahui adalah mencegah dan melawan kolonisasi bakteri jahat di saluran cerna, serta menurunkan risiko berbagai penyakit saluran cerna seperti diare.

Salah satu jenis probiotik yang terkenal sejak awal dekade ke-20 adalah genus Lactobacillus dengan khasiat anti-inflamasi dan imunostimulator (menstimulasi sistem imun) yang sangat baik.

Dr Intan Diana Sari Head of Medical PT Interbat dalam keterangan tertulisnya mengatakan, “Setiap jenis probiotik berbeda-beda. Ada probiotik yang sudah teruji manfaatnya, ada juga yang belum memiliki dukungan scientific untuk klaim kesehatannya. Dalam pemilihan probiotik untuk manfaat kesehatan, penting untuk melihat bukti uji klinis sampai tingkat strain. Lactobacillus Reuteri Proctetis, salah satu yang paling banyak diteliti di dunia mengenai manfaat dan keamanannya”.

Diantara probiotik-probiotik dengan jenis Lactobacillus, yang paling menonjol kelebihannya adalah strain Lactobacillus reuteri Protectis yang dipatenkan oleh BioGaia, perusahaan bioteknologi Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics.

Hal ini dibuktikan oleh ratusan penelitian klinis yang dilakukan para klinisi, ahli biomedis dan ahli nutrisi di seluruh dunia. Hingga hari ini, sudah ada lebih dari 160 uji klinis pada lebih dari 13.000 partisipan yang telah mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan Lactobacillus reuteri Protectis pada manusia. Dengan manfaat dan keamanan yang teruji klinis, probiotik Lactobacillus reuteri Protectis dari BioGaia kini direkomendasikan dokter dan ahli kesehatan di lebih dari 90 negara.

“Melalui kerjasama BioGaia dengan PT Interbat, Interlac dipasarkan di Indonesia sebagai satu-satunya produk suplemen probiotik di Indonesia yang mengandung Lactobacillus reuteri Protectis, solusi aman dan efektif untuk berbagai macam gangguan saluran cerna,” jelas Mohamad Nurhadi selaku Brand Manager Interlac.

Varian produk Interlac tersedia dalam sediaan lengkap, yaitu Oral Drops (cocok untuk bayi baru lahir sampai berusia 1 tahun), Sachet (0-3 tahun), dan Tablet Kunyah dengan varian rasa stroberi dan lemon (4 tahun sampai dewasa).

Berbeda dengan probiotik lain di Indonesia, penggunaan Interlac praktis dan ekonomis karena cukup hanya 1 kali sehari, apapun variannya.

Varian Oral Drops Interlac masih merupakan satu-satunya probiotik dengan sediaan tetes di Indonesia yang menjamin kemudahan pemakaian untuk bayi baru lahir maupun bayi lahir prematur.

LEAVE A REPLY