Beranda MUSIK Elephant Kind Rilis Videoklip “True Love” yang Menegangkan

Elephant Kind Rilis Videoklip “True Love” yang Menegangkan

49
0
BERBAGI

“True Love” resmi dijadikan singel terbarun Elephant Kind. Satu tahun menjadi rentang waktu yang cukup untuk kerja mereka mempromosikan album CityJ, dan bersiap untuk lebih terbuka dengan pengalaman-pengalaman baru.

“True Love” juga terbilang tepat dan selaras untuk mewakili rasa terima kasih dan cinta mereka terhadap penikmatnya atas album CityJ, sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh Bam Mastro (vokal/gitar), Dewa Pratama (vokal/multiinstrumen/gitar) dan Bayu Adisapoetra (drum).

“True Love ditulis untuk menjadi anthem dari perasaan cinta yang sesungguhnya. Bukan hanya di perkataan, tapi rasa yang intim antara satu dengan lainnya. Ini yang Elephant Kind ingin sampaikan juga ke pendengar kami di manapun. Satu tahun belakangan begitu menakjubkan, kami merasakan energi cinta yang besarnya sama seperti cinta kami terhadap mereka, dan lagu ini yang menjadi gambarannya,” ujar sang frontman, Bam menjelaskan.

Elephant Kind adalah grup musik yang juga memiliki fokus visual untuk karya-karya mereka. Kolaborasi bersama sutradara Gianni Fajri menjadi buktinya. Fokus ini juga tidak lepas untuk singel “True Love”. Bam Mastro dan rekan-rekannya juga menginginkan sebuah visualisasi yang memiliki gambaran tepat dari setiap lirik yang mereka rangkai dalam lagu tersebut.

“Ide awalnya adalah kami (Elephant Kind) ingin membuat film thriller/horror yang menjadi gambaran True Love, dan kini memilih Jordan Marzuki adalah orang tepat. Dia memiliki taste tersendiri dalam berkarya, berbeda dan memiliki keberanian untuk mengeksplorasi ide-ide gila yang kami sampaikan. Elephant Kind adalah seniman yang posesif dengan karyanya, tapi dengan Jordan Marzuki kami begitu percaya, dan kami sangat suka hasilnya. Sesuai dengan yang kami bayangkan,” ujar Bam Mastro, puas.

Ada chemistry yang baik antara Elephant Kind dan Jordan Marzuki untuk “True Love” ini. Ada kesamaan persepsi tentang “True Love” yang mereka tangkap masing-masing. Ide dari Elephant Kind dimana cerita tentang tiga remaja dikembangkan melalui dekonstruksi plot untuk membuat video musik ini lebih tidak linear, dan ada benang merah yang bisa menjadi barometer intensitas suspens dari scene-scene yang tersaji.

“Elephant Kind datang dengan ide yang cukup matang dari segi karakter, plot dan cerita yang sebenarnya memudahkan karena idenya hampir sama dengan style yang saya mau. Tantangannya adalah merealisasikan dalam bentuk genre teenage horror flick dengan adegan kekerasan yang cukup ekstrim, dengan sentuhan hubungan antara dua wanita yang mungkin agak tabu dalam kultur kita,” ujar Jordan.

“Pada musik video ini, saya hanya ingin have fun dengan darah, kekerasan, thanks to Elephant Kind untuk menyediakan media musik mereka untuk saya bisa segila mungkin,” tambahnya.

LEAVE A REPLY