Beranda RAGAM Triwulan Ketiga 2017, Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,13 Persen

Triwulan Ketiga 2017, Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,13 Persen

233
0
BERBAGI

DAYA saing Provinsi Jawa Tengah semakin meningkat. Studi Asia Commodities Institute pada 2016 merilis Jawa Tengah berada pada urutan ketiga se-Indonesia sebagai provinsi berdaya saing tertinggi. Perkembangan positif itu ditandai oleh pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo menyampaikan sejak 2012, perekonomian Jawa Tengah tumbuh lebih cepat dibanding pertumbuhan perekonomian nasional yang tumbuh stabil di kisaran lima persen.

Sejalan dengan pengaruh pertumbuhan ekonomi nasional dan pemulihan perekonomian global, pada triwulan ketiga 2017 pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sebesar 5,13 persen.

“Pertumbuhan ini lebih baik dibanding pertumbuhan ekonomi triwulan yang sama pada tahun 2016 sebesar 5,06 persen,” terangnya saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017 di kota Semarang, hari Selasa (5/12/2017).

Hamid menjelaskan, dari sisi investasi ekonomi, Jawa Tengah terdorong oleh peningkatan pembangunan infrastruktur dengan pertumbuhan sekitar 7,35 persen.

Secara tahunan, pertumbuhan investasi tersebut lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,54 persen.

“Ekspor Jawa Tengah juga mengalami pertumbuhan yang meningkat sebagai dampak dari pemulihan ekonomi global, khususnya dari mitra dagang utama Jawa Tengah yaitu Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah akan mencapai 5,1-5,5 persen. Lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya, sebagaimana diberitakan portal resmi Pemprov Jawa Tengah.

Hamid menambahkan, inflasi di Jawa Tengah pada tahun ini relatif terkendali. Masih sesuai target inflasi yang telah ditetapkan.

“Inflasi Jawa Tengah di tahun 2017 berada pada level yang rendah dan stabil, dimana November 2017 inflasi tercatat 3,19 persen secara tahunan. Ini masih terkendali, dan berada di bawah capaian nasional sebesar 3,30 persen. Sehingga kami yakin, inflasi Jawa Tengah hingga akhir tahun 2017 masih sesuai dengan target inflasi yaitu empat persen plus minus satu persen,” tambahnya.

Dengan capaian ekonomi yang positif itu, Hamid menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim pengendali inflasi daerah. Dia berharap kerja sama dengan seluruh pihak yang terjalin semakin baik demi stabilitas harga dan inflasi yang rendah di Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY