Beranda HEADLINE “wROCKshop” yang Mencengangkan, Menuju Industri “wROCKshow” Musik Nasional

“wROCKshop” yang Mencengangkan, Menuju Industri “wROCKshow” Musik Nasional

362
0
BERBAGI
Gitaris John Paul Ivan dan penggemarnya yang datang jauh-jauh dari Jakarta

Fokuskini – Pelaksanaan lokakarya musik “wROCKshop” yang didukung Badan Ekonomi Kreatif telah berakhir di Bandung, ibukota Jawa Barat dan turut menjadi bagian keramaian Bekraf Festival di Bandung Creative Hub dan Gudang Persediaan Cikudapateuh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Namun pesta kreativitas ini belum sepenuhnya berakhir, karena jadwal kepastian berlanjut menjadi “wROCKshow” pada tahun 2018 sudah disinggung-singgung kemegahan ide kreasinya oleh salah seorang penggagasnya, Buddy ACe yang menjabat Anggota Presidium Indonesia Music Forum.

Dia mengatakan, “wROCKshow” bakal membuka pintu industri rekaman untuk mempersilakan kelompok pemusik dan penyanyi pendatang baru yang nantinya dijaring karya-karyanya, dibantu pembenahan manajerial lagu, komposisi, aransemen dan liriknya menjadi sempurna di mata wartawan, pedagang, hingga ke industri rekaman.

Perlu adanya seleksi ketat di setiap pusat provinsi dari setiap daerah wilayah, tetapi jangan takut karena para mentornya nanti dari pemusik profesional yang bermaksud memberikan peluang sebaik-baiknya. Membangun jaringan kerja, saling dukung untuk sekaligus mendirikan kota-kota kreatif.

Destinasi kota terakhir “wROCKshop” tahun ini yaitu Bandung sebagai kota persinggahan ketujuh setelah Jakarta kemudian Palu, Sulawesi Tengah dan berlanjut ke Malang (Jawa Timur), Yogyakarta, Bali serta Makassar (Sulawesi Selatan) — semua tahu itu bukan asal saja pilih lokasi.

Apalagi untuk Bandung yang banyak melahirkan pemusik dan penyanyi berbagai genre, sebut saja salah satu contoh utama adalah Kepala Bekraf, Triawan Munaf sebagai pria kelahiran Bandung, 28 November 1958 dan karena talenta musiknya bersama-sama Benny Soebardja, Utje F Tekol, dan Erwin Badudu pernah malang melintang di jagat musik rock dalam reputasi nama grup band Giant Step. Kakak kandung artis pemusik dan penyanyi Fariz RM ini, seperti sudah banyak diketahui menurunkan bakat musik kepada Sherina, putri kandungnya.

Bandung juga memiliki almarhum pemusik kontemporer rock yakni Harry Roesli, Bimbo, Yovie Widianto besama Kahitna, Dwiki Dharmawan dengan Krakatau yang menggerakkan spirit musik etnis Nusantara, jangan dilupakan pula kekayaan identitas rock buatan Cokelat, /rif, Pas Band, dan banyak lagi serta masyarakatnya yang ikutan kreatif dengan kekayaan musik multigenre.

Begitu banyak kejutan kreativitas yang lahir di kota Bandung, maka mungkin belum cukup lengkap ketika wROCKshop menghadirkan drumer Sandy (Pas Band), Baron (Gigi), Edwin “Cokelat”, John Paul Ivan (RI 1), bassis “Dewa” Yuke Sampurna, selain itu pula mencengangkan anak muda kekinian oleh hadirnya para pendahulu pemusik Bandung, dari Ahmad Sebastio, Ferry HK, Man Jasad sampai Budi Dalton yang telah mendunia.

Bukan hanya memamerkan keterampilan dan menceritakan pengalaman sukses, mereka bersemangat memotivasi niat anak muda pantang menyerah berkarya dan mengumpulkan peluang merajut bisnis keuangan dari memainkan musik dan tetap bertarug cerdik di era digital, serta nasehat dan masukan harapan dari etnomusikolog Amin Abdullah yang juga Kepala Sub Direktorat Edukasi Publik Bekraf supaya anak muda pemusik Bandung sekarang ini maju berkreasi memainkan folklore ataupun menyebarkan ciri percampuran musik tradisional seperti yang behasil dilakukan Harry Roesli dan Krakatau Band (Dwiki dan rekan-rekannya) serta Man Jasad yang telah kerap kali keliling pentas musik di Eropa dan tetap mengusung kekuatan jatidiri kultur musik Sunda.

LEAVE A REPLY