Beranda ENTERTAINMENT “Kampanye Film Indonesia”, Tumbuhkan Nasionalisme Melalui Film

“Kampanye Film Indonesia”, Tumbuhkan Nasionalisme Melalui Film

895
0
BERBAGI

Fokuskini – Sebanyak lima wilayah kota yakni Cisarua, Bogor dan Bandung (Jawa Barat), Malang (Jawa Timur), Maros (Sulawesi Selatan) serta Padang (Sumatera Barat) dijadikan pusat peluncuran program Kampanye Film Indonesia oleh Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berlangsung serentak Selasa pagi tadi (12/12/2017), dan khusus pelaksanaan di Wisma Arga Mulya, Cisarua kegiatannya didukung peran serta Forum Wartawan Hiburan Indonesia (Forwan) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta.

Kerjasama tiga pihak yang bermanfaat ini dijadwalkan berlanjut dengan program-program pembinaan, pendidikan dan pengembangan perfilman untuk tanggung jawab besarnya, meski bukan kerja gampang, yakni memajukan perfilman nasional, berikut jaminan film Indonesia itu berkualitas dan layak untuk ditonton beramai-ramai.

Tugas kita semua adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap film Indonesia, mengkampanyekan film-film Indonesia secara masif, diskusi ke sekolah-sekolah menengah dengan mengajak ikut campurnya Forwan dan PWI DKI Jaya buat meningkatkan porsi pemberitaan kampanye film di media pemberitaan masing-masing.

“Menumbuhkan nasionalisme lewat film jadi tugas penting bersama,” komentar Abu Hanifah, mewakili kehadiran Kepala Pusbangfilm Dr Maman Wijaya yang berencana hadir Rabu pagi (13/12/2017) guna menutup kegiatan Semiloka Kampanye Film Indonesia di Wisma Arga Mulya, Cisarua, Bogor.

Tahun depan, jadwal kegiatan Kampanye Film Indonesia terus berlanjut diantaranya melalui Car Free Day Film Indonesia, menghadirkan tiga hingga lima papan reklame di sudut keramaian jalan-jalan tengah kota, videotron di terminal bandar udara, poster-poster promosi di armada bus TransJakarta guna merangsang kenaikan jumlah penonton, selain menambah jumlah bioskop di Tanah Air.

“Sukses film memang tidak hanya dilihat dari jumlah penontonnya saja, karena mesti ada nilai pendidikan dan budaya. Perlu diperhatikan juga tayangan film yang sesuai untuk ditonton anak-anak kita,” diingatkan Abu Hanifah.

Produser film Ody Mulya Hidayat yang turut hadir berharap Pusbangfilm didukung Forwan dan PWI Jaya salinng bersinergi dan mengajak teman-teman kalangan kampus perguruan tinggi mengadakan gelaran keliling putar film dari kampus ke kampus, karena harapnya penonton film Indonesia juga harus cerdas.

“Jadi penting untuk menjaga konten dan kualitasnya, serta bagaimana menjadikan film Indonesia bermutu dan bernilai tinggi di semua segmen tapi juga laku,” tambahnya.

Ditegaskan oleh Abu Hanifah, bahwa sejarah didirikannya Pusbangfilm memang buat menumbuhkembangkan warga masyarakat yang cinta film Indonesia. “Dari situlah kita hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan pelajaran yang menarik lewat film, diantaranya dengan konten-konten kearifan lokal, karena film itu terkait dengan karakter bangsa, serta pentingnya bimbingan orangtua saat anak-anak kita menonton.”

Disebutnya juga tentang kemungkinan dana Bantuan Operasi Sekolah bisa dipakai untuk pengembangan film nasional

LEAVE A REPLY