Beranda LIFESTYLE 52 Film Indonesia Diputar dan Didiskusikan di Europalia Arts Festival

52 Film Indonesia Diputar dan Didiskusikan di Europalia Arts Festival

268
0
BERBAGI
Slamet Rahardjo Djarot, aktor legenda hidup yang berperan penting di film Laskar Pelangi (foto: Joj/FK)

SEBANYAK 52 film Indonesia memperoleh jadwal pemutaran di Europalia Arts Festival atau Festival Seni Europalia di Brussels, Belgia hingga 23 Januari 2018. Delegasi dari Indonesia juga menjadwalkan sesi diskusi berlangsung di Museum Bozar dan Gedung Sinema Vendome, Brussels, ibukota Belgia.

Film-film Indonesia yang terdaftar untuk diputar terdiri dari 30 film panjang, 12 film dokumenter, dan 10 film pendek. Ke-52 film tersebut merupakan film-film terpilih yang mencakup berbagai aspek dan pencapaian penting, baik dari segi politik, ekonomi, maupun isu sosial yang terkait perfilman Indonesia.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, pemilihan film-film yang diputar di Europalia menjadi kewenangan penuh para kurator yang dipilih pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Film panjang yang telah disiapkan untuk diputar di Festival Seni Europalia antara lain Opera Jawa (sutradara Garin Nugroho), Laskar Pelangi (Riri Riza), Ziarah (BW Purbanegara), Istirahatlah Kata-Kata (Yosep Anggi Noen) dan Mencari Hilal (Ismail Basbeth).

Dalam pada itu film dokumenter yang dijadwalkan hadir di Europalia antara lain “Banda” (Jay Subijakto), Sang Penari (Vicky Hendri Kurniawan), dan Calalai (Kiki Febriyanti).

Adapun film pendek Indonesia yang terpilih antara lain “Sendiri Diana Sendiri” (Kamila Andini), Pingitan (Orizon Astonia), dan “Maryam” (Sidi Saleh).

Beberapa pertimbangan kurator dalam memilih film Indonesia yang diputar di Festival Seni Europalia, seperti diberitakan situs resmi Kemendikbud, antara lain mengangkat isu patrialisme, mengkritik tatanan sosial, kompleksitas kehidupan yang beragam, dan merayakan kebebasan bermimpi di kalangan anak Indonesia.

Kemudian, dalam konteks sejarah, ada tiga film klasik Indonesia yang sudah direstorasi dan juga disiapkan untuk diputar di Europalia yakni Tiga Dara (Usmar Ismail, 1956), Saur Sepuh (Imam Tantowi, 1986), dan Titian Rambut Dibelah Tujuh (Chaerul Umam, 1982)

LEAVE A REPLY