Beranda HEADLINE Perlu Diseragamkan, Metodologi Pelatihan Sepakbola Usia Muda

Perlu Diseragamkan, Metodologi Pelatihan Sepakbola Usia Muda

137
0
BERBAGI
Tomasz Schwarz, Marketing Director PT Beiersdorf Indonesia mewakili pihak penyelenggara Nivea Men TopSkor Cup U-16

Fokuskini – Yusuf Kurniawan mengungkapkan harapannya supaya level turnamen jangka pendek seperti Nivea Men TopSkor U-16 yang berhasil dimenangkan oleh tim sekolah sepakbola ASAD pada awal pekan ini perlu terus digiatkan sampai ke daerah pelosok Nusantara, karena sangat luar biasa untuk menghasilkan pemain-pemain berpotensi demi prestasi sepakbola Indonesia ke depan.

Hanya, ditambahkannya, metodologi pelatihan mereka perlu diseragamkan dan ditingkatkan “Umumnya mereka belum tersentuh oleh kurikulum sepakbola Indonesia yang sekarang tengah digalakkan oleh PSSI. Jadi itu, mungkin yang mereka perlu perbaiki adalah menaikkan levelnya sehingga standarnya bisa lebih baik.”

“Seperti target turnamen ini adalah memberi kesempatan pada pemain-pemain terbaik untuk bisa mendapatkan pantauan dari pelatih timnas U-16, Fachry Husaini yang sempat mengatakan ada 15 pemain tambahan yang akan disiapkan untuk meramaikan seleksi timnas U-16 karena tahun depan ada dua agenda internasional yakni Piala AFF dan Piala Asia,” diingatkan Yusuf yang bertanggung jawab selaku Direktur Liga TopSkor U-16.

Jadi, tambahnya, ini momen buat Fachry untuk juga memantau kelayakan pemain-pemain baru.

“Tapi terpenting saat ini adalah kompetisi sesungguhnya nanti di Liga TopSkor U-16 yang dijadwalkan berlangsung dari Januari sampai Mei tahun depan. Itu esensinya. Kalau ini kan hanya turnamen 1 bulanan, dan nanti secara intensif dia (Fachry) akan memantau lagi saat kompetisi penuh di Liga TopSkor pada Januari sampai dengan Mei 2018,” imbuh Pemimpin Redaksi Harian TopSkor ini.

Mengenai mutu rata-rata pemain yang mengikuti Nivea Men TopSkor Cup U-16 juga dikomentari oleh Direktur Teknik PSSI Danurwindo, “Kita lihat kan materi pemain yang banyak punya pontensi di turnamen Nivea Men.”

“ASAD banyak mempunyai materi pemain hebat tetapi hanya tekniknya aja yang bagus. Pada sepakbola modern saat sekarang ini belum cukup bermain bagus, karena diperlukan kecerdasan didalam bermain, ya membaca pertandingan, ambil keputusan yang tepat untuk mengeksekusi didalam permainan, itu yang harus dipusatkan. Mereka sudah punya teknik, tetapi harus ditingkatkan kecerdasannya bermain sepakbola,” saran pria usia 66 tahun kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini.

LEAVE A REPLY