Beranda NUSANTARA 4 Fakta Penting Penerimaan Migas Nasional Tahun 2017

4 Fakta Penting Penerimaan Migas Nasional Tahun 2017

235
0
BERBAGI

PENDAPATAN hulu migas nasional kembali membaik. Hingga akhir tahun 2017, penerimaan migas bagian Pemerintah tercatat sebesar USD 13,1 miliar.

Ada empat fakta penting terkait penerimaan migas tahun 2017 tersebut. Demikian keterangan tertulis Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, akhir pekan ini.

“Poin pertama, penerimaan migas bagian Pemerintah sebesar USD 13,1 miliar tahun 2017, lebih besar dari cost recovery pada tahun yang sama sebesar USD 11,3 miliar. Ini pertama kali terjadi sejak tiga tahun terakhir. Tahun 2015 dan 2016, penerimaan Pemerintah selalu lebih kecil dari cost recovery,” ungkap Agung.

Poin kedua, penerimaan migas Pemerintah tersebut lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya membukukan nilai sebesar USD 9,9 miliar. “Artinya, naik USD 3,2 miliar dibanding tahun 2016,” terang Agung Pribadi.

Berikutnya, terkait cost recovery migas yang merupakan faktor yang mempengaruhi penerimaan migas Pemerintah.

“Poin ketiga, cost recovery tahun 2017 sebesar USD 11,3 miliar, lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar USD 11,5 miliar. Saya kira ini adalah buah dari efisiensi yang terus didorong oleh Menteri ESDM dan Wamen ESDM selama lebih dari setahun terakhir ini,” pungkas Agung.

Yang terakhir, apabila penerimaan migas dilihat dari unsur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saja, maka besarannya melebihi target dalam APBN-P 2017.

“Poin keempat, PNBP migas tahun 2017 lebih besar dari target APBN-P 2017. PNBP migas tercatat sebesar IDR 85,6 triliun atau 112% dari target APBN-P 2017 sebesar IDR 76,7 triliun,” tambah Agung.

Selain itu, Agung juga menambahkan bahwa lelang blok migas dengan skema gross split tahun 2017, akhirnya ditutup menggembirakan.

“Lima blok migas diminati oleh 7 kontraktor. Dari 5 blok tersebut, ada satu blok migas yang diminati oleh 3 kontraktor, yaitu Andaman II. Upaya Pemerintah mendorong efisiensi melalui kontrak migas gross split mulai membuahkan hasil,” dijelaskan Agung melalui situs resmi Kementerian ESDM.

LEAVE A REPLY