Beranda WISATA Hotland Tobing Hadirkan “Oleh-Oleh dari Desa” di BBY

Hotland Tobing Hadirkan “Oleh-Oleh dari Desa” di BBY

56
0
BERBAGI

EKSIBISI karya-karya drawing Hotland Tobing bertajuk “Oleh-Oleh dari Desa“ dijadwalkan berlangsung di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) pada 23 – 31 Januari mendatang. Pria lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta program seni murni ini, berkreasi permasalahan kemanusiaan sebagai bentuk keterlibatan dalam lingkup sosialnya.

Menurut dia, karya seni tanpa keterlibatan lingkup sosialnya merupakan nasi tanpa lauk. Karya drawing Hotland mengulik masalah-masalah sosial; membaca dan mencatat zaman seperti perilaku negatif manusia seolah mundur ke zaman purba, sifat ego manusia yang ingin menguasai lainnya, manusia tertawan harta, sifat materialistis mempertahankan takhta menjadikan korupsi.

Dia juga menyorot tentang perang yang tidak berkesudahan sampai saat ini, kekerasan menteror generasi baru, lahir di layar televisi dan media cetak.

Perang tidak hanya menghitung nyawa yang hilang tetapi menelurkan dendam kepada generasi ke generasi.

Korupsi sebagai momok di negeri ini menyengsarakan hayat hidup rakyat Indonesia. Uang rakyat yang dikorupsi, seharusnya untuk membangun infrastruktur, rumah sakit, sekolah dan lain-lainnya dari Sabang hingga Merauke.

Latar belakang pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang menjadi bijaksana tetapi bisa menjadi berperilaku hewan, memangsa tidak pernah kenyang.

Dengan tidak malu dan pongah, mempertontonkan hasil korupsi pada masyarakat sekelilingnya. Pembabatan hutan di mana-mana di Indonesia adalah hasil karya koruptor.

Latar belakang karya drawing merupakan teknik yang tua dalam karya rupa yang ditinggalkan sebagian besar perupa.

Garis sebagai kekuatan dan tumpukan untuk sebuah lukisan adalah sangat vital. Garis yang kemudian menjadi sketsa, gambar rancangan untuk lukisan.

Disini dia tidak menorehkan cat atau semacamnya, hanya meneruskan sketsa tadi menjadi gambar dan drawing utuh membentuk figur bentuk dengan penekanan hitam–putih.

Pengamatan, ketertarikan pada karya hitam putih sangat mempesonanya, karena sangat kuat menampilkan figur, bentuk dan lainnya.

Teknik yang ditekuninya dalam karya drawing adalah teknik arsir menumpuk. Hal ini menantang ketekunannya yang mungkin jarang ditampilkan perupa lain.

LEAVE A REPLY