Beranda EDUKASI Miss Indonesia 2018, Tegaskan Lagi Bukan Level “Beauty Pageant” Biasa

Miss Indonesia 2018, Tegaskan Lagi Bukan Level “Beauty Pageant” Biasa

269
0
BERBAGI
Miss World 2017, Manushi Chhillar

Fokuskini – Masyarakat hingga ke pelosok Nusantara kini menantikan siapa pemenang Miss Indonesia 2018 di RCTI yang berjadwal penayangan langsung acara penobatannya pada hari Kamis malam mendatang (22/2/2018).

Ada sebanyak 34 finalis yang salah satunya akan terpilih untuk nantinya sekaligus mewakili Indonesia di kontes Miss World yang bukan hanya bertaraf internasional namun juga berkehendak mengangkat derajat sosial masyarakat pedesaan.

Kami merasa bangga dan sangat berterima kasih atas dukungan serta perhatian besar yang diberikan oleh Miss World Organization kepada Indonesia, seperti diutarakan Chairwoman of Miss Indonesia Organization Liliana Tanoesoedibjo, khususnya pada proyek-proyek Beauty with A Purpose yang secara berturut-turut dalam empat tahun penyelenggaraan Miss World selalu dimenangkan oleh Indonesia.

Konsistensi dukungan pihak RCTI pada program kontes pemilihan Miss Indonesia dari awal, dijelaskan Director Programming & Acquisition RCTI Dini Putri, sesungguhnya karena ratu pemenang-pemenangnya bukan sebatas beauty pageant sebagaimana yang sudah banyak terjadi.

“Maka kita justru menyoroti kepentingan Beauty with A Purpose itu. Jadi agenda seterusnya dari setiap ratu pemenangnya siapapun itu bahkan para nominasinya sudah lebih dulu pernah terlibat dengan kegiatan-kegiatan bersifat sosial kemanusiaan diantaranya mengerjakan sanitasi dan penyediaan air bersih dan merenovasi jembatan gantung yang juga (sifatnya) membangun negeri,” imbuh Dini Putri hari Rabu (21/2/2018), usai menghadiri konferensi pers menyambut kehadiran Miss World 2017 Manushi Chhillar dan Miss World 2016 Stephanie del Valle serta para Miss Continent kawasan Eropa, Afrika, Asia, Amerika, Pasifik dan Karibia didampingi pihak Miss World Organization guna kemeriahan malam puncak penobatan Miss Indonesia 2018.

Lebih lanjut dikatakan Dini, mereka (semua kontestan Miss Indonesia) diajak masuk ke area wilayah negeri yang membutuhkan bantuan sosial secara nyata semacam kail untuk bisa mempermudah kegiatan sehari-hari masyarakat. “Kita akan terus menyoroti kegiatan hasil proyek-proyek Beauty with A Purpose, supaya bisa mengajak segenap masyarakat untuk ikut berpartisipasi.”

Jadi penyelenggaraan tahunan Miss Indonesia, sambung cerita Dini, sejatinya bukan mencari perempuan-perempuan sekadar cantik, tetapi wanita-wanita muda cantik berjiwa sosial yang bukan sesuatu dibuat-dibuat agar bisa mengikuti kontes dan jadi finalis Miss Indonesia saja.

“Semacam saat ini, proses pemilihan Miss Indonesia sudah meloloskan sebanyak 34 finalis, dan dari masih saat pembukaan tahap karantina, masing-masing mereka sudah siap memperkenalkan diri dengan asal provinsi mana dan apa yang dia mau lakukan sebagai (bagian) harapannya menjadi Miss Indonesia, karena mereka harus sudah punya agenda pilihan kegiatan termasuk dengan pentingnya soal pemberdayaan perempuan,” ungkap Dini.

Sebelum mereka lolos ke final dan menang pun dinyatakan sudah ada kegiatan-kegiatan sosial yang pernah dilakukan mereka atau sedikitnya telah dimulai, dengan tujuan (mulia) ketika mengikuti proses pemilihan jadi Miss Indonesia, nanti kontribusi sosialnya bisa sungguh-sungguh dikerjakan.

Mengenai acara penobataan Miss Indonesia 2018 yang seperti selalu tiap tahunnya disiarkan langsung RCTI sepanjang kurang lebih tiga jam, Dini mengharapkan para pemirsa bisa menyaksikan proses jawaban-jawaban fungsional setiap kontestan finalis atas pertanyaan pihak juri penilai.

“Bukan melulu kecantikan fisik ya, karena kan selalu bertahun-tahun kita dihadapi dengan komentar (sebagian orang) kenapa yang itu ya (yang menang), bukan yang ini yang memang cantik, karena ada penjurian diluar itu yang tidak terlihat pemirsa adalah selama karantina (dua minggu). Semua poin penting sudah mulai tercatat, kelakuannya, bagaimana sikapnya apakah dia rajin, tipikalnya tulus ataukah tidak, apakah dia punya kontribusi yang banyak bagi masyarakatnya. Semuanya sudah punya nilai tertulis. Jadi (bila masih ada komentar nyinyir) saat 5 Besar koq yang (finalis) ini gak masuk, karena personality ketulusan itu tidak bisa dibuat-buat. Selama dua minggu karantina dengan banyak jadwal kegiatan yang melelahkan, maka true colours mereka akan muncul begitu saja,” papar Dini Putri.

LEAVE A REPLY