Beranda EDUKASI Harap NKRI Utuh, Organisasi Pewayangan Indonesia Merilis Pernyataan Bersama

Harap NKRI Utuh, Organisasi Pewayangan Indonesia Merilis Pernyataan Bersama

329
0
BERBAGI
(foto: Hew)

Fokuskini – Kecemasan terhadap gejala disintegrasi bangsa yang ditandai dengan menurunnya sikap tenggang rasa dan toleransi, serta menguatnya nilai-nilai primordialisme, fundamentalisme dan radikalisme. Situasi ini dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Segalanya itu menjadi pokok pertimbangan dari sejumlah organisasi pewayangan Indonesia terdiri dari Sena Wangi, PEPADI, APA-Indonesia, Unima-Indonesia dan PEWANGI untuk merilis Pernyataan Bersama Organisasi Pewayangan Indonesia di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Gejala paling penting yang dicemaskan, menurut Suparmin Sunjoyo selaku Ketua Umum Sena Wangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), ya memang disintegrasi bangsa. “Jadi kami mengharapkan NKRI tetap utuh dan bisa menyelesaikan konflik-konflik individu, nasional dan bangsa-bangsa,” ujar Suparmin, berharap.

Ditambahkan oleh pengamat wayang nasional, Sudarko Prawiroyudo yang juga anggota Dewan Kebijakan Sena Wangi bahwa semua ini jadi bagian bentuk pernyataan keprihatinan organisasi pewayangan karena kita mewakili dalang-dalang independen yang menolak adanya perpecahan bangsa.

“Dalang harus independen, pribadi-pribadi yang merdeka. Jangan jadi rebutan parpol, apalagi kalau (dipakai) buat jelek-jelekin lawan politik. Penegasan-penegasan (seperti muatan Pernyataan Bersama) ini diperlukan, supaya (para dalang) tidak alpa,” tegas Sudarko.

Dalam pernyataan bersama itu, antara lain menegaskan bahwa dalam era Pilkada Serentak, Pileg maupun Pilpres — organsasi-organisasi pewayangan itu independen dan bersikap netral, tidak memihak pada kelompok politik apapun dengan menyerukan para anggota organisasi pewayangan menggunakan hak politiknya dengan sebaik-baiknya.

Kepala Bidang Humas Sena Wangi, Eny Sulistyowati mengucapkan, “Terimakasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah hadir dalam jumpa pers Pernyataan Bersama Organisasi Pewayangan Indonesia, serta telah memberi perhatian lebih terhadap masalah kebudayaan.”

Pernyataan Bersama ini, merupakan kesepakatan yang diambil melalui rapat gabungan dari sejumlah elemen organisasi pewayangan Indonesia yang berlangsung sepanjang hari Selasa (27/2/2018) sejak pagi hingga sore tadi.

Saat ini, lanjut Eny, kita brhadapan dengan bahaya segregasi sosial dimana politik identitas mencuat. Sebagai penggiat budaya, rasanya tidak cukup diam dan pasrah. “Diperlukan kesadaran untuk membangun relasi perdamaian sejati yang memperjuangkan nilai-nilai keberagaman dan kesetaraan,” imbuhnya.

“Dalam gerakan budaya ini, sumbangsih pemikiran dari kita diharapkan dapat menginspirasi panggilan bersama untuk meretas damai ditengah keberagaman secara rukun, bermoral dan berbudaya,” ungkap Eny.

LEAVE A REPLY