Beranda HEADLINE “International Indie Music Festival” Demi Supaya Musik Indonesia Mendunia

“International Indie Music Festival” Demi Supaya Musik Indonesia Mendunia

417
0
BERBAGI
(foto: dokumentasi pribadi Harry Koko)

Fokuskini – International Indie Music Festival hadir terkait penyelenggaraan tahunan Pekan Raya Indonesia di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten pada 27 September nanti hingga 7 Oktober 2018. Deteksi Production yang punya catatan gemilang ketika menangani Soundrenaline dan Konser 1000 Band kembali jadi perancang konsep hiburan yang kedepankan kemajuan bangsa sendiri terutama karena Pekan Raya Indonesia harus ditengok langsung oleh masyarakat seluruh dunia.

International Indie Music Festival bagian dari langkah besar kesana, harap CEO Deteksi Production Harry Koko Santoso, ya juga harusnya bisa mewakili harapan seluruh musisi indie Indonesia supaya kita bisa go international ataupun artinya meninggikan nilai jual musik kita di industri musik internasional.

“Jangan terus-terusan seperti sekarang. Dengan adanya ini (International Indie Music Festival), mudah-mudahan ini menjadi bagian dari langkah kemajuan musik Indonesia, dari cuma laris di negerinya sendiri bisa menembus dunia,” ujar lanjut Harry Koko saat bincang di kantor Deteksi Production, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pekan ini.

“Demi untuk keinginan mensejahterakan para musisi indonesia, kami ikut mengundang daya tarik 30 negara peserta. Dari negeri kita sendiri menghadirkan sebanyak perwakilan indie band dari 15 Provinsi yang mengundang sampai ke ujung Papua dan Aceh, hingga wilayah tengah termasuk Bali dan Lombok, ditambah dari 20 kota dimana pastinya melengkapi area provinsi yang mungkin belum bisa hadir untuk berpartisipasi seperti contohnya memilih menghadirkan band indie asal Malang, Yogyakarta, Kupang, Manado, Palu,” paparnya.

Untuk bisa ewakili keseluruhan Pulau di Indonesia, ditegaskan Koko, pasti ada pilihan banyak berbagai band indie di setiap kotanya, juga mengundang dari lingkungan perguruan tinggi, karena anak-anak indie banyak yang masih kuliahan. “Tentunya, tidak bisa mengakomodasi secara sepenuhnya, tapi kekuatan band indie Indonesia pasti harus terasa sepenuhnya, apalagi ini kan terkait dengan Pekan Raya Indonesia.”

Ini bisa dibilang masih belum lengkap dan masih ada kekurangan, karena baru tahapan pertama dengan janji nantinya tiap tahun bertambah pilihan pesertanya.

“Langkah besar ICE (sebagai gedung konser, pusat konvensi dan eksibisi terbesar) untuk menjadikan musik indie Indonesia lebih nyata hasilnya, dan tambah termotivasi dengan karya-karya cipta lagu mereka sendiri dengan kelibatan banyak indie band internasional, bukan cuma dari wilayah Asia saja, serta para pejabat kebudayaan di kedutaan-kedutaan asing di Indonesia sudah menunjukkan minatnya lewat keikutsertaan sekolah-sekolah mereka. Silakan, mumpung waktunya masih panjang, dan kita memberikan kesempatan masyarakat musik indie di Indonesia menjadi bagian dari napas band indie internasional dengan juga pastinya melibatkan band-band indie yang sudah jadi dan berkomunitas melimpah ruah di berbagai kota Nusantara.”

“Menampilkan pentas akbar buat Efek Rumah Kaca, Sore, Barasuara, Payung Teduh, Bangku Taman, Mocca, Endah N Rhesa dan White Shoes & The Couples Company pasti pula hadir. Termasuk band-band indie yang sudah potensial, sampai yang baru nongol tapi langsung mampu membentuk komunitas penonton yang bejibun. Selain itu kita tidak mungkin menutup mata terhadap perkembangan pasar musik tahun kini dengan mengundang Via Vallen, Virgoun, Armada. Itu kan rata-rata mereka sudah memiliki diatas seratus juta viewer versi YouTube. Target limit kami adalah sampai sebanyak 120-an band indie lokal dan internasional,” ungkap panjang lebar Koko, sembari ngopi bareng dan menikmati kuliner Nusantara.

LEAVE A REPLY