Beranda KESEHATAN Bukan Hasil Jelek, Satu Gelar di All England 2018

Bukan Hasil Jelek, Satu Gelar di All England 2018

260
0
BERBAGI

Fokuskini – Achmad Budiharto selaku Chef de Mission tim nasional Indonesia di turnamen bulutangkis All England 2018, mensyukuri satu target gelar juara berhasil dipenuhi lewat pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Dalam laga final yang berlangsung di Arena Birmingham (Inggris), Kevin/Marcus gemilang meraih kemenangan keempat kalinya atas Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) dengan skor 21-18, 21-17.

Budiharto juga menggarisbawahi penampilan pasangan ganda campuran juara All England tiga kali, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang semula menjadi harapan untuk meraih gelar juara. Namun apa daya dihentikan oleh lawan junior mereka, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja. Di pertandingan adu gengsi tersebut, Hafiz/Gloria menang lewat pertarungan dramatis dengan skor 18-21, 21-15 dan 30-29.

“Untuk ganda campuran, antara bahagia dan kecewa. Di satu sisi kami bahagia karena pasangan muda pelapis kita, Hafiz/Gloria sudah mulai bisa menunjukkan kelasnya. Di sisi lain, kami kecewa tidak bisa mendapat gelar juara dari ganda campuran, karena di samping ganda putra, kami juga berharap dari ganda campuran,” jelas Budiharto kepada laman situs PBSI, Badminton Indonesia.

“Saya kira, hasil satu gelar ini bukan hasil yang jelek. Tetapi kita tidak boleh berpuas diri, dengan kerja keras mudah-mudahan ke depannya dapat hasil yang lebih baik lagi,” harapnya.

Setelah turnamen All England 2018, kejuaraan bulutangkis terdekat yang akan diikuti para pemain elit adalah Badminton Asia Championships 2018 yang dijadwalkan berlangsung nanti di Wuhan, Tiongkok pada 24-29 April mendatang.

LEAVE A REPLY