Beranda RAGAM Aimee Saras di GIK, Terilhami Genre Indonesia Lama

Aimee Saras di GIK, Terilhami Genre Indonesia Lama

74
0
BERBAGI
(foto: Republika/Google)

SENANDUNG Hawa adalah tajuk performa musik oleh Aimee Saras, dan dijadwalkan berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta pada hari Minggu (29/4/2018) mulai pukul 15.00 WIB.

Pertunjukan ini terinspirasi dari penyanyi-penyanyi perempuan Indonesia di era tahun 1950an-1960an, dimana lagu yang sering dinyanyikan adalah genre Indonesia Lama.

Walaupun di masa itu mayoritas pencipta lagu yang lebih dikenal adalah para lelaki, namun dengan interpretasi dari seorang penyanyi perempuan, intisari dari lagu-lagu tersebut akan terdengar berbeda. Aimee Saras bernyanyi bagaikan berbagi cerita dan sangat musikal.

Penyanyi-penyanyi yang akan dikenang kembali antara lain seperti Lilis Surjani, Nina Kirana dan Chitra Dewi. Ini adalah persembahan juga untuk perempuan Indonesia dalam rangka perayaan Hari Kartini.

Aimee Saras adalah seorang penyanyi dan aktris yang memulai kariernya saat memerankan tokoh utama, Sari untuk teater musikal besutan Joko Anwar, “Onrop! Musikal” (2010).

Setelah “Onrop! Musika”l, Aimee Saras terlibat dalam drama musikal “Bawang Merah Bawang Putih” dan drama musikal “Jakarta Pagi Ini: A Slank Musica” sebagai salah satu aktor utama.

Merambah dunia film, Aimee Saras terlibat dalam berbagai proyek film pendek arahan Nia Dinata dan juga tampil di film layar lebar arahan sutradara Ria Irawan, “Gila Jiwa” (2016) dan film arahan sutradara Richard Oh, “Melancholy Is A Movement” (2015). Aimee Saras juga tampil di serial televisi rilisan HBO Asia yang disutradari oleh Joko Anwar, “Halfworlds” (2015) sebagai seniman tato bernama Pinung.

Kecintaan dia terhadap musik Swing, yang adalah musik populer era 1930an-1940an di Amerika Serikat, begitu mendalam. Baginya, Swing yang merupakan esensi dari musik Jazz adalah musik yang menyenangkan, penuh gairah dan membuat ingin berdansa.

Penonton festival jazz terbesar di Indonesia pun menjadi saksinya, saat Aimee Saras “ditasbihkan” menjadi penyanyi swing Indonesia di Java Jazz Festival 2013 dalam pementasan “Aimee Saras Goes Swing”.

Karena alasan ini juga, Aimee Saras ingin merambah lebih mengenal lagu-lagu Irama Nusantara yang notabene populer di tahun 1950-1960, dan mayoritas mengandung unsur-unsur jazz. Perpaduan vokal yang prima, menggoda, teatrikal dan aksi panggung yang komunikatif adalah nilai yang ditawarkan Aimee Saras terhadap penikmat musik Indonesia.

LEAVE A REPLY