BERBAGI
(foto: Hew)

REKTOR Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (STT Setia), Matheus Mangentang dan Direktur STT Setia, Ernawaty Simbolon hingga kini masih dikenai tahanan kota dan telah menjalani sidang ke-13 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hari Senin (7/5/2018).

Keduanya diadili atas dakwaan melanggar UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003 dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun. STT Setia memiliki SK No.180 Tahun 1997 dari Kementerian Agama dan dalam SK tersebut hanya diperuntukkan untuk Program Studi Teologia dan Pendidikan Agama Kristen serta Ujian Negara, tidak disebutkan untuk boleh menambahkan prodi umum yang merupakan ranah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Menurut laporan saksi-saksi, ada 659 ijazah STT Setia dibatalkan setelah lolos ujian menjadi PNS, karena saat diteliti ternyata ijazah yang digunakan tidak memiliki izin.

Dalam persidangan terbuka untuk umum, kedua terdakwa tadi dimintai keterangan tentang program pendidikan yang diselenggarakan oleh STT Setia dan status ijazah yang diberikan. Dipertanyakan juga, seputar program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang juga dijadikan permasalahan.

Ernawaty Simbolon menjelaskan kepada majelis hakim, bahwa ijazah yang dikeluarkan hanya untuk keperluan pengabdian pendidikan di wilayah-wilayah terpencil termasuk kawasan Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Utara.

Menurut pernyataan Ernawaty, siapa pun dia pasti berhak menyelenggarakan pendidikan di republik ini. “Nanti izinnya diurus. Tetapi kenapa sampai sekarang malah jadi dipidanakan dan berlarut-larut?!“ keluh Tommy Sihotang SH selaku kuasa hukum pihak terdakwa seusai persidangan.

Disinggung oleh Tommy masalah yang sesungguhnya bukan ijazah itu koq, melainkan kasus perebutan aset yayasan. “Ini ada hal lain. Ada asetnya yayasan ini, yang kemudian jadi rebutan. Sudah ada putusan perdatanya di Mahkamah Agung, dan Pak Matheus sudah menang di MA,” tegasnya.

Tommy menyatakan keheranannya pula terhadap kasus pengadilan ini. “Nggak ngerti kita. Ada perdata di Jakarta Barat, pidana di Tangerang, dan pidana di (Jakarta) Timur lagi,” sungut Tommy Sihotang. “Masalah aset menang, pidana sudah bebas. Sudah punya keputusan Mahkamah Agung,” imbuhnya.

Matheus Mangentang dan Ernawaty Simbolon bakal menjalani tiga kali persidangan lagi di PN Jaktim dengan agenda pemeriksaan saksi ahli, penuntutan perkara, dan pembelaan putusan pengadilan. (joj/yay)

LEAVE A REPLY