BERBAGI
Harry Koko Santoso (kiri) bersama Deddy EF Andu

Fokuskini – Deddy EF Andu, General Manager PT Indonesia International Graha sebagai pihak pelaksana Pekan Raya Indonesia dan International Indie Music Festival, menjanjikan PRI akan menjadi multievent yang makin seru dan besar-besaran.

“Cita-citanya PRI bakal setara seperti di negara-negara maju yang punya satu eksibisi akbar yang jadi perhatian masyarakat dunia. Maka itu kami juga menyelenggarakan International Indie Music Festival,” jelas Andu dalam keterangannya.

Dengan keberadaan 10 hall di Indonesia Convention Exhibition ditambah 1 ruang Convention, dan luas setiap hall di ICE besarnya seperti satu lapangan bola. “Jadi kita tuh punya (ruang aula eksibisi seluas) 11 lapangan bola,” diingatkannya.

Akan halnya kehadiran konser Dongeng Naura di tengah-tengah kegiatan PRI, ternyata antusiasnya sangat bagus. “Tiket sudah sold out untuk pertunjukan konser Dongeng Naura yang diselenggarakan pada Sabtu siang 6 Oktober nanti, jadi mau diupayakan sesuai permintaan di hari terakhir event PRI, Minggu atau 7 Oktober 2018 konser Dongeng Naura juga bisa dihadirkan lagi,” ujar Andu.

Selain menyelenggarakan IIMF, ada nantinya juga penyelenggaraan pertunjukan sirkus dari negara Tiongkok. Adapun kenapa PRI juga membuka ruang untuk Indie Travel Mart dari kalangan pengusaha UKM mewakili berbagai daerah Nusantara, menurut Andu, ini supaya mereka menjadi tuan rumah di negaranya sediri,

PRI menghadirkan para pebisnis UKM dari wilayah provinsi Indonesia yang bahkan membuka pintu bagi mereka yang belum pernah bisa mempromosikan bisnisnya di Jakarta.

“(PRI) Ini bener-bener eksibisi dari orang-orang setempat yang memahami kelebihan potensi wisata di daerahnya sendiri. Jadi mereka itu kalau memberikan info bener-bener detail dari lokasi peristirahatan, tempat kuliner sampai dengan berbiaya yang bisa mencukupi wisatawan berdana pas-pasan, apakah maunya lewat jalan darat dan apakah harus sewa angkutan transportasi yang bagaimana. Jadi disini (di PRI) bener-bener masyarakat pengunjung mendapatkan info yang sangat benar dan jelas,” ungkap Andu, menambahkan.

Juga, di PRI nanti ada Sriwjaya Travel Fair yang memungkinkan dengan biaya hanya IDR 100 ribu bisa mendapatkan tiket pesawat udara pulang pergi jurusan Bali-Jakarta. “Jangan kaget, bila nanti ada antrean pengunjung PRI,” ujar lanjut Andu.

Pihak PRI juga mengumumkan ada sekira 1500 peserta kompetisi robot Nusanatara, tetapi unik malah pesertanya kebanyakan dari luar negeri yakni Malaysia, Singapura dan Thailand untuk kalangan pelajar setingkat SMP hingga SMA. “Pokoknya PRI 2018 makin seru dengan target satu juta pengunjung. Ada juga Panggung Nusantara bekerjasama dengan Taman Budaya Tembi.”

Harry Koko Santoso, CEO Deteksi Production yang bertanggung jawab mengurusi kegiatan International Indie Music Festival menyatakan ICE adalah lokasi eksibisi dan konser terbaik dan termegah di Asia Tenggara dengan kepeduliannya terhadap berbagai acara kebudayaan dan bisnis UKM.

“Para pelaku musik indie adalah salah satu yang dapat rejeki pertamakalinya pemusik dan penyanyi indie Indoneia bisa saling dipertemukan diantara 30 negara yang berpartisipasi. Untuk pertama kalinya pula band-band indie terbaik seperti Payung Teduh, Efek Rumah Kaca, Mocca, Barasuara dan banyak lagi lainnya bisa ngumpul, dan kenapa juga ngundang Via Vallen, karena para viewer jagat digitalnya begitu banyaknya. Begitu juga dengan Virgoun punya viewer serupa yang banyak dan berjumlah besar, serta Moliano asal Singapura yang di negaranya sampai ke Malaysia memiliki viewer jutaan orang,” ungkap Koko. (joj/jos)

LEAVE A REPLY