Beranda FILM Lukman Sardi: Banyak Pendatang Baru Bersaing Sengit di “IMA Awards 2018”

Lukman Sardi: Banyak Pendatang Baru Bersaing Sengit di “IMA Awards 2018”

152
0
BERBAGI
Lukman Sardi

Fokuskini – Penyerahan dan pengumuman siapa saja aktor, aktris dan film layar lebar terbaik serta layak dianugerahi Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards 2018) bakal disiarkan langsung di RCTI pada 4 Juli mendatang.

Warga masyarakat Nusantara yang minat ambil bagian kesempatan untuk memberikan hak pilih (voting) pada deretan nominasinya, silakan cari tahu caranya di www.rcti.tv/imaa ataupun di www.metube.id/me/IMAA2018, selain melalui aplikasi media sosial Instagram @imaawards, dan layanan pesan singkat ke 95151 melalui telepon seluler.

Daftar jajaran nominasi dari setiap kategori penilaian telah disusun oleh Dewan Juri yang diketuai oleh Marcella Zalianty, dan dilengkapi deretan penilai profesional lainnya yaitu Lukman Sardi, Salman Aristo, Marsha Timothy, Robert Ronny, Ifa Isfansyah dan Ario Bayu.

Pastinya, dari penilaian dan pilihan calon pemenang IMA Awards terbilang menyulitkan sekali. Seperti dikatakan Lukman Sardi, banyak aktor dan aktris pendatang baru yang tergolong bagus dan masuk dalam persaingan sengit di IMA Awards 2018.

Penilaian pelik juga terjadi di kategori Ansambel Terfavorit dalam menentukan daftar nominasi terbaiknya, karena memilih nominasi film terbaiknya juga dinilai dari segi performa utuh dari pemain-pemainnya, dari peranan pendukung sampai aktor dan aktris utama yang harus punya kesenyawaan masing-masing dalam menjalankan perannya dengan saling nyambung sebaik-baiknya,

Kriteria penilaian yang dikedepankan Dewan Juri adalah kedalaman peran, konsistensinya, kadar believability dan tingkat kesulitan karakter yang dimainkan.

“Bisa keluar 10 sampai 12 pilihan saat menyusun nominasi, dan harus diperkecil jadi 5 saja. Namun sampai mendapatkan 5 terbaik, lalu ada yang diperdebatkan lagi (oleh kami Dewan Juri), karena setiap kami punya pandangan dan pendapat sendiri meski tetap harus mengacu pada 4 poin kriteria penilaian, karena di setiap scene harus ada konsistensinya, tidak sebelah-belah,” dijelaskan Lukman Sardi.

“Menilai akting bukan sesuatu yang mudah, karena kita melihat bukan sekadar teknis sinematografi, disini menyangkut rasa tetapi juga kalau kita hanya mengandalkan rasa akan sangat tidak objektif tetapi bagaimana memahami skenario ceritanya, kedalaman karakter pemain-pemainnya yang harus membuat kita yakin dari karakter tersebut bisa menghidupi keseluruhan cerita film tersebut,” imbuhnya. (joj/jos)

LEAVE A REPLY