Beranda HEADLINE IIMF 2018: Ustadz Jamming yang Religius Kontemplatif dan Menghibur

IIMF 2018: Ustadz Jamming yang Religius Kontemplatif dan Menghibur

322
0
BERBAGI

Fokuskini – Ada pantulan kehadiran religius kreatif dari Ustadz Jamming yang siap muncul di gelaran International Indie Music Festival terkait penyelenggaraan Pekan Raya Indonesia tahun ini di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten pada 27 September hingga 7 Oktober mendatang.

“Lirik lagu yang kami ciptakan berupaya religius kontemplatif dengan nada-nada pop gampang dinikmati masyarakat,” ungkap keterangan Deddy Lisan, personel Andra and The BackBone yang dalam silaturahmi proyek musik ini bersama-sama Uchie Wiby dijadikan duo vokalist.

Mereka menggagas kesepakatan menciptakan lagu yang bermula dari kumpul silaturahmi antara sesama pegiat musik melalui komunitas mengaji, Halaqah Kreatif (HaQers) dimana disitu didapati Ustadz Yuke Sumeru, mantan rocker pada era 1980-an.

Kemudian karena rata-rata berprofesi pemain band, jadilah sudah singel andalan bertajuk “Hingga Waktu” melalui formasi grup band terdiri dari gitaris Eddy Kemput (Grass Rock), drumer Yaya Moektio (God Bless), bassis Ivanka (Slank) dan violinis Achi Hardjakusumah (She). Kerja mixing dan mastering dilakukan oleh Indra Q (BIP) serta diproduseri Didit Saad (Plastik) dan Adnil Faisal (Base Jam).

Kita telah menghasilkan karya lagu, imbuh Deddy Lisan, dengan kerja kolektif dan berkolaborasi. “Niatnya tidak muluk-muluk, hanya sekadar berbagi kebaikan dengan cara pemain band. Isi lirik lagunya tentang kerinduan umat terhadap Sang Khalik,” lanjut mantan wartawan Majalah Hai ini.

“Tidak ada niatan berdakwah, hanya menyampaikan pengetahuan kebaikan agama lewat lagu,” sambung Deddy.

IIMF 2018 menghadirkan Fourtwnty, Danilla, Sore, Payung Teduh, Efek Rumah Kaca, Mocca, Bangkutaman, Nakedsouls Project, Rasgokil dan The Shapers serta masih banyak lainnya.

IIMF 2018 mengundang lebih dari 30 negara peserta, dan dari Indonesia menghadirkan perwakilan grup band indie asal 15 provinsi, dan mengundang penampilan kelompok musik indie dari 20 kota pilihan.

dipastikan, sebanyak 107 musisi dari berbagai kelompok musik dan penyanyi-penyanyi indie menghibur masyarakat pengunjung. PRI bukan hanya mengangkat eksibisi multiproduk tetapi juga performa musik, budaya, kuliner, UKM dan karya-karya cipta teknologi pada 27 September-7 Oktober 2018.

LEAVE A REPLY