Beranda HEADLINE Artis Musisi Indie Saling Peroleh Peluang Mendunia di IIMF 2018

Artis Musisi Indie Saling Peroleh Peluang Mendunia di IIMF 2018

343
0
BERBAGI
Tatlo

Fokuskini – Mungkin masih banyak ungkapan jiwa dari tiap individu yang tersimpan dan rencana terbaik ataupun bukan sekadar mereka hanya melagukan nyanyian-nyanyian dan unjuk gaya panggung supaya mampu menghibur terkait pelaksanaan “Indie Season 2018: Road To International Indie Music Festival” yang masih rutin berlangsung di Melody Music Bar & Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

Resmi berjalannya agenda gelaran International Indie Music Festival sebagai bagian dari eksibisi tahunan multiproduk indoor terbesar di Pekan Raya Indonesia di ICE (Indonesia Convention Exhibition), BSD City, Tangerang Selatan, Banten dijadwalkan nantinya berlangsung mulai 27 September hingga 7 Oktober 2018.

Tentu saja, mereka para pemusik dan penyanyi indie bisa dibilang kini belum sepenuhnya menebar pesona konsep bermusiknya, karena nanti Maully Gagola eks-Gang Pegangsaan dari dekade 1970-an misalnya, berencana pasti bakal memanfaatkan semarak penyelenggaraan IIMF di ICE sebagai lokasi meluncurkan karya-karya lagu terbarunya.

Kita patut menunggu hasrat pembuktian Harry Koko Santoso bersama kawan-kawan Deteksi Production mewadahi dan membuka jalan seniman-seniman musik independen dengan ragam genre, melalui kiprah anak muda pemusik dan penyanyi pendatang baru sampai yang sudah demikian lama berkecimpung saling memperoleh kesempatan serupa dan dipersilakan menggandeng kolaborasi mendunia bersama tamu-tamu grup band dan vokalis penyanyi sebanyak 30 nama internasional. Harry Koko membuka peluang sebesar-besarnya buat bekerjasama dengan kehendaknya masing-masing.

Sejauh ini sudah ada kesepakatan senyawa kolaborasi antara lain musisi penyanyi Bivo putri bungsu legenda hidup Ivo Nilakreshna, dengan Annabel Laura asal Eindhoven, Belanda, ataupun juga penyanyi rock Boeche Rose Coverdale yang menyiapkan kerjasama panggung bareng penganut genre serupa dari Singapura, Moliano serta anasir punk gaya Rasgokil (Yogyakarta) dan The Shapers dari Prancis, juga kolaborasi Belanda bercampuran Bogor yaitu Tilburg Project dengan Akar Bambu

Suasana sepanjang pekan ini di Melody Music Bar & Lounge juga masih terus bergembira setelah disana banyak genre musik dimainkan dengan karakter vokal mumpuni dari Alya dan Tatlo yang riang gembira membangunkan mimpi-mimpi duka, Kereta Kencana, 2 Second For Reason dan Tree House serta Egy Virgiawan dan Rocky William, dan Dualisme yang menggambarkan panggung kebebasannya jadi diri sendiri dengan sejujur-jujurnya serta menyuarakan aspirasi warga masyarakat lewat cerita mereka sehari-hari. (joj/jos)

LEAVE A REPLY