Beranda HEADLINE Amartha Mensukseskan Sosialisasi Fintech bersama OJK di Manado

Amartha Mensukseskan Sosialisasi Fintech bersama OJK di Manado

117
0
BERBAGI

Fokuskini – Amartha turut mensukseskan sosialisasi fintech bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pelaksanaan Fintech Days 2018 di Four Points Hotel, Manado, Sulawesi Utara pada tengah minggu ini.

Diselenggarakan oleh OJK dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Amartha sekaligus memperkenalkan platform peer-to-peer (P2P) lending sebagai salah satu penghubung antara pendana dengan peminjam secara daring (online).

Berdiri sejak 2010 sebagai microfinance yang fokus mendanai serta memberikan pelatihan bisnis kepada pengusaha mikro perempuan. Seiring dengan perkembangan teknologi keuangan, Amartha menjelma menjadi teknologi finansial (tekfin) pada 2016.

Pengalaman melayani segmen mikro sejak 2010 sebagai koperasi, membuat Amartha lebih matang dalam melahirkan produk keuangan digital.

Sebagai tekfin, Amartha membuka akses penanaman modal pada sektor mikro bagi pendana urban, serta pendanaan bagi perempuan pengusaha mikro pedesaan.

Karakter produk Amartha yang terpercaya, menguntungkan dan berdampak sosial menjadi alasan pertumbuhannya yang cukup pesat dari segi bisnis.

Wakil Ketua Amartha Aria Widyanto mengatakan, pada tahun 2016 Amartha bertransformasi menjadi teknologi finansial (tekfin) dan mulai menggunakan platform P2P lending. Dengan platform P2P ini, tambahnya, rata-rata penghasilan mitra Amartha (pengusaha mikro perempuan) naik dari IDR 2,5 juta di tahun 2016 menjadi IDR 3,5 juta di tahun 2017.

Pada 2017, lima dari 10 mitra berada diatas garis kemiskinan. “Amartha terus berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan warga di pelosok desa. Meskipun bukanlah hal yang sederhana dan mudah. Namun, itulah yang justru menjadi semangat tim Amartha menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” kata Aria di Manado, kemarin.

Saat ini, Amartha terus membuka kolaborasi tekfin dengan lembaga keuangan maupun perbankan. Sebelumnya, Amartha telah bekerjasama dengan Bank Permata, Bank Mandiri dan Mandiri Tunas Finance.

Baru-baru ini, Amartha yang didirikan oleh Andi Taufan Garuda Putra telah menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa BPR di Jawa Timur.

Hal ini sejalan dengan OJK yang mendorong sinergi BPR dengan tekfin. “Sinergi ini dapat membantu kita dalam pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengurangan ketimpangan pendapatan di pedesaan,” lanjut keterangan tertulis Aria.

Aria menjelaskan, sebagian besar para pengusaha mikro perempuan ini berusia 21-60 tahun yang memerlukan pemodalan untuk memulai atau mengembangkan usaha rumahan.

Amartha tidak hanya menyalurkan pinjaman tetapi juga pelatihan literasi keuangan. “Mitra Amartha ada dipelosok desa untuk menjangkau mereka. Amartha memiliki jaringan tim lapangan yang akan berkeliling mengendarai sepeda motor, dan memberikan pelayanan serta pelatihan kepada kelompok-kelompok di wilayah kerjanya,” ungkap Aria.

Seiring dengan berkembangnya jangkauan Amartha di pulau Jawa, pertumbuhan mitra Amartha terus berkembang dari hanya menyalurkan pinjaman kepada 190 mitra pada 2010. Pada 2015,  Amartha mampu menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 17.733 mitra.

Pertumbuhan mitra terus merangkak naik, hingga angka 70.446 mitra pada 2017. Pada awal Agustus 2018, Amartha telah menyalurkan pinjaman kepada 117.857 mitra

“Bermula di desa Ciseeng Bogor pada tahun 2010, Amartha kini telah berkembang dan melayanidi daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami akan terus mengembangkan daerah jangkauan kami ke seluruh Indonesia, dan pintu kolaborasi selalu terbuka bagi komunitas,institusi, perseorangan, maupun pemerintah,” tutup Aria. (joj/pr)

LEAVE A REPLY