Beranda HEADLINE “Khong Guan SMK Jago Jualan” Ajarkan Cara Menjual yang Baik

“Khong Guan SMK Jago Jualan” Ajarkan Cara Menjual yang Baik

195
0
BERBAGI
(kiri ke kanan): Dedy Budiman, Saryadi dan Tan Tommy Hartono

Fokuskini – Guna menjawab pihak perusahaan yang selalu mencari tenaga manusia berketerampilan menjual, maka PT Khong Guan Biscuit Factory Indonesia mengadakan lagi kegiatan “Khong Guan SMK Jago Jualan” yang telah menghasilkan pemenang utamanya, Team Juragan Kebumen yang mewakili kelompok siswa sekolah menengah kejuruan asal DI Yogyakarta.

“Kegiatan ini tidak hanya berpromosi tetapi (juga bermaksud) memberikan kontribusi supaya siswa SMK tidak cuma memperoleh teori ilmu pemasaran di sekolah namun membantu mereka mampu menunjukkan kompetensi yang bukan hanya jualan saja,” dijelaskan Tan Tommy Hartono, National Sales Manager PT Khong Guan Biscuit Indonesia.

“Berjualanlah yang bertanggung jawab. Jangan hanya menawarkan harga tetapi value, agar tidak banyak menghasilkan penolakan-penolakan. Artinya bukan sekadar angka yang dijual, tetapi value terhadap produk itu sendiri yang perlu kita sampaikan (ke calon pembeli). Cara menjual yang baik. Kegiatan ini bukan sekadar (mengusung) branding tetapi partisipasi kontribusi kita di bidang industri terhadap anak-anak SMK. Yang terbaik bakal direktrut oleh Khong Guan,” imbuh Tommy.

Dedy Budiman sebagai Penanggung Jawab Program “SMK Jago Jualan 2018”, mengakui penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia adalah para lulusan SMK. “Jadi kenapa ya kita tidak (berpikir untuk) melakukan sesuatu ketimbang komplen yaitu melalui program kegiatan seperti ini, menggunakan para mentor pendamping supaya mereka berhasil masuk ke tengah masyarakat, karena kita tidak mau memberikan sekadar awarding lalu setelah itu selesai.”

“Karena yang penting menciptakan tenaga kompeten di tengah masyarakat. Itu tujuan utamanya. Di setiap 10 daerah SMK finalis terbaik ada teman- volunteer sebagai mentor mereka, mentor yang profesional dan siap membantu. Ataupun pengusaha yang rela membantu mendampingi lewat grup-grup aplikasi WhatsApp,” imbuh Dedy.

Sektor ekonomi yang menggerakkan adalah orang-orang penjualan tapi imej-nya negatif. Jadi program kegiatan ini sekaligus “mencuci otak” tenaga penjualan adalah profesi yang bagus.

“Mereka (tenaga penjualan) yang menghasilkan omset. Orang marketing hanya berkonsep, orang-orang sales itu yang mengeksekusi menghasilkan duit. Yang promo marketing, yang dapet duit sales. Marketing dapet bonus, sales dapet komisi,” terang Dedy, semangat.

Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Saryadi menyanjung program “Khong Guan SMK Jago Jualan” karena melibatkan para praktisi dengan didukung Khong Guan yang membimbing bagaimana supaya mereka memiliki kompetensi sesuai tuntutan perusahaan.

“(Program kegiatan ini) Ada orientasi ke pekerjaan yang mendukung perekonomian nasional, dan mengangkat penghasilan menghidupi keluarga. Durasinya enam bulan mirip dengan program praktik kerja industri bermitra dengan para mentor dan profesional, merasakan kerja yang sesungguhnya,” lanjut Saryadi.

LEAVE A REPLY