Beranda ENTERTAINMENT Latisa Shafa Naraswari, Lampiaskan Duka Hati Mendalam di “Drifting Away”

Latisa Shafa Naraswari, Lampiaskan Duka Hati Mendalam di “Drifting Away”

213
0
BERBAGI

Fokuskini – Latisa Shafa Naraswari menyebutkan buku puisi dan prosa karya ciptanya, Drifting Away berusaha melampiaskan gejolak rasa hatinya yang melayang naik turun bagaikan alunan gelombang air laut.

Semuanya menggunakan bahasa Inggris, dan bisa dibilang bermuatan kesedihan ihwal putus hubungan asmara yang melibatkan ikut campur orangtua pihak lelaki.

Kisah nyata yang disampaikan dalam prosa dan puisi. Meski aslinya dia tetap sebagai sosok remaja putri yang tegar.

Karya tulisan bermakna seni, baginya, adalah pengungkapan suasana hati paling dalam yang dilepaskan begitu saja, tanpa kemampuan ataupun tidak bisa untuk menyumbatnya.

Semuanya itu bahkan harus diselesaikan di ruang pribadi yaitu kamar tidurnya, karena dirinya menganggap hanya mampu menulis dalam keadaan menyendiri.

“Enaknya begitu, sambil merenung sendirian. Suasananya gak dapet kalau misalnya berada di resto atau di ruang publik lainnya,” ungkap gadis usia 15 tahun yang berpesta ultah setiap 23 Maret ini.

Oh iya, Latisa yang sudah berlevel pendidikan perguruan tinggi di UniSadhuGuna International College (UIC) sekaligus membikin sendiri pula ilustrasi gambarnya.

Puisi dan prosanya tidak secara keseluruhan memakai judul. Tetapi, dipastikannya, semuanya timbul menjadi inspirasi kesenian akibat kegalauan asmara.

Ada sindiran tehadap cara pengkastaan didalam hubungan cinta asmara. Disesalinya, kenapa sesudah berhubungan cinta sekira setahun lamanya, mendadak saja diputuskan kalau ayah dan ibu ataupun keluarga pihak lelaki melarang kelanjutan kisah asmara mereka.

“Kenapa tidak dari awal mereka melarang anaknya berhubungan cinta dengan orang dari kalangan biasa. Lagian kami gak pernah berantem. Dia secara pribadinya sendiri gak pernah bikin aku nangis atau nyakitin,” keluh anak sulung dari tiga besaudara yang mengambil studi grafik desain ini.

Masih diingatnya, mereka dipaksa memutuskan hubungan asmaranya pada 7 Juli tahun ini, “Sampe sekarang, padahal kita masih saling kontak, dan kini dia sudah dipindahkan untuk menempuh pendidikan akademi di Amerika Serikat,” kenangnya. 

Kenapa dirinya bukan membikin buku novel atau roman, karena menurut pandangannya yang ringkas pendek seperti puisi dan prosa cenderung ada pendalaman perenungan dan kena di hati.

Demikianlah hasil obrolan sejumlah wartawan di suatu sore jelang akhir pekan ketiga di bulan Agustus ini, bersama Latisa yang dikabarkan telah mempersiapkan diri terjun ke akting film layar lebar dalam produksi genre drama dan horor oleh Max Pictures yang tercatat gemilang dengan film box office, “Dilan 1990”

LEAVE A REPLY