Beranda HEADLINE International Indie Musik Festival: Angin Segar buat Siapa Saja Pelaku Musik Indie

International Indie Musik Festival: Angin Segar buat Siapa Saja Pelaku Musik Indie

230
0
BERBAGI
G-Pro

Fokuskini – Daniel Samarkand, pengolah syair-syair komposisi lagu duo Riuh Sunyi, tanpa ragu menyebutkan bahwa penyelenggaraan International Indie Music Festival pada Pekan Raya Indonesia tahun ini di ICE, BSD City, Banten adalah angin segar bagi siapa saja grup band dan penyanyi indie, dan kita (Riuh Sunyi) patut ikut hadir disitu (mulai 27 September-7 Oktober 2018) karena seperti konsep selebrasi yang wajib diikuiti pemusik, penyanyi dan grup band indie dari seluruh dunia.

Bahkan para rocker legenda hidup yang gabung dalam nama G-Pro secara khusus setiap Jumat malam bersiap dan berkemas untuk bermain maksimal dalam bagian para performer di IIMF, dengan terlebih dahulu mengajak kalangan penggemar musik asik era 1970/80 bergabung bernyanyi bersama di Melody Music Bar & Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan sembari menikmati lagu-lagu cover version Led Zeppelin, Deep Purple, Janis Joplin hingga James Ingram, Basil Valdez, Stevie Wonder dan masih banyak lagi.

Bukan hanya sekadar itu saja pastinya, karena pelaksanaan IIMF juga membuka pintu potensi anak-anak muda pelaku band indie dari semisal kota kecil Rangkasbitung, Lebak, Banten semacam Hagiasophia yang memfokuskan diri mereka pada lagu-lagu isu sosial yang tengah hangat di lingkungan publik luas dari kehangatan di aplikasi media sosial ataupun sampai dilihat langsung oleh mata kepala mereka sendiri sebagai rasa peduli  kepada negara RI yang cenderung kini hadir pertikaian berunsur perpecahan melalui isu-isu agama.

“Kita berbeda tapi harus berjalan bersama-sama tanpa melihat perbedaan suku dan agama.” Pesan sungguh menarik dari anak-anak Rangkasbitung yang bergabung dalam nama kelompok musik Hagiasophia.

LEAVE A REPLY