Beranda HEADLINE EsaEstu Bermusik Religius untuk Dana Sosial Keumatan

EsaEstu Bermusik Religius untuk Dana Sosial Keumatan

264
0
BERBAGI

Fokuskini – Ada lagu-lagu bersyair religius dengan alunan musik tanpa batasan genre di International Indie Music Festival. Ya, EsaEstu bakal ikutan naik panggung di festival musik internasional terkait penyelenggaraan tahunan Pekan Raya Indonesia di ICE, BSD City, Tangerang Selatan pada 27 September-7 Oktober 2018.

Apa saja yang masuk akal dan menyampaikan pesan religius, begitulah identitas resmi konsep dan misi pembentukan proyek kelompok musik EsaEstu untuk mendanai umat masyarakat yang butuh bantuan dana sosial dan kegiatan keagamaan.

“Jalan masih panjang, bagaimana nanti supaya bisa setiap tahun keluarin album solo, dan cita-cita kami juga mewujudkan hasrat rutin kami menyumbang semuanya untuk umat. Kalau main ada yang bayar, maka dari uang itu lebih banyak disumbangkan sebagai proyek religius, dan selebihnya cuma buat yang bantu-bantu di tim kru band kami. Sebagai pekerja musik, kita tetap harus profesional dengan juga menghargai semua additional player,” cerita Evan Ramadhan, pendiri sekaligus gitaris EsaEstu saat jadi bagian kegiatan “Indie Season: Road To IIMF 2018” di Melody Music Bar & Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan bersama The Kulums dan Prisay.

“Misalkan saja (sebagai contoh nyata) dapet (IDR) lima juta, 2 juta saja kita sisihkan untuk dana operasional tetapi kalau dari hasil album rekaman murni kita sumbangin keseluruhannya. Total hasil sumbangan tidak pernah hitung-hitungan tapi bukan maksud sombong karena (IDR) 40-50 juta sudah pernah disumbangkan EsaEstu,” terang Evan.

Setiap hal promosi band EsaEstu, dipastikannya, dari uang mereka sendiri karena ini adalah untuk bikin banyak orang tahu tentang proyek musik religius EsaEstu.

“Kita malah sering menanyakan dimana saja tempat yang ingin bantuan kita, dan memastikan tersalur ke orang-orang yang bener-bener butuh seperti salah satunya ke Pondok Beras dalam bentuk sejumlah ton beras, sebulan duakali di Malang,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY