Beranda ENTERTAINMENT D’Gank Kembali Unjuk Kekuatan, dari Sekadar Ngumpul hingga Ikutan IIMF

D’Gank Kembali Unjuk Kekuatan, dari Sekadar Ngumpul hingga Ikutan IIMF

313
0
BERBAGI

Fokuskini – Semakin dekat dengan hari-hari pelaksanaan Pekan Raya Indonesia di ICE, BSD City, Tangerang Selatan (27 September-7 Oktober 2018) dimana didalam kegiatannya juga bakal berlangsung International Indie Music Festival, maka suasana setiap malam pada Senin hingga Jumat di Melody Music Bar & Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan ketika kini masih berlangsung sesi pertunjukan “Indie Season: Road To IIMF 2018” dari mulai pukul 19.00 WIB sampai usainya terbilang tambah rame dan menyenangkan.

Pasalnya, grup band indie bertenaga terampil berjenjang level atas mulai bermunculan ikutan bermain ambil peluang unjuk kekuatan berkarya musik. Termasuk diantaranya adalah D’Gank yang dimotori drumer Ully Dalimunthe, vokalis Ryo Domara, bassis Edmond dan gitaris Opit.

Istimewanya pula, kemungkinan nanti bila tahapan uji materi enam lagu-lagu terbaru D’Gank sudah mantap maka album terbaru “Aku Nusantara” bakal meluncur resmi di arena IIMF. “Kenapa nggak, kalo nanti memang dianggap sudah waktunya,” tegas Ully.

Mereka kembali bersatu padu, awalnya dimulai dari mereka ngumpul-ngumpul, sebutlah itu seperti sekadar jalan-jalan refreshing karena bosan kelamaan berkegiatan didalam studio musik saja.

“Lewat kongkow -kongkow workshop, lalu ada motivasi temen-temen membuat lagu Aku Nusantara. Kami ingin kembali lagi di masa industri musik seperti sekarang ini. Moga masih bisa diterima, dan juga kami juga kangen dengan musik Nineties (cara kita), tetapi bukan maksudnya menyepelekan yang lain,” terang Edmond dilanjut penjelasan Ryo.

Harry Koko Santoso selaku inisiator IIMF, memuji bagus dan kerennya D’Gank tetapi dia sekaligus memberikan tantangan karena meski mereka sudah klop dalam penguasaan karakter musik yang dikehendaki namun, harapnya, hidup bukan hanya untuk diri masing-masing pribadi karena jika maknanya hidup di musik berarti ada diantara orang-orang banyak.

“Kita berharap saran D’Gank juga berani berbaur dengan musik kekinian, agar nanti ke depan D’Gank bukan hanya hidup di musik tetapi musik juga harus menghidupkan D’Gank. Bukan (melulu) karena materinya tapi karena harus bertanggung jawab kepada musik Indonesia,” komen Harry Koko.

LEAVE A REPLY