Marselino Ferdinan Yakin untuk Terus Maju

Podium

Fokuskini – Bagi orang Indonesia, sepakbola adalah kehidupan,” kata Marselino Ferdinan saat diminta menggambarkan gairah terhadap olahraga di negara Asia Tenggara.

“Seperti Brasil. Orang-orang di sana tergila-gila pada sepakbola,” tambahnya dikutip dari situs resmi FIFA.

Gelandang serang berusia 20 tahun itu membuat para suporter negaranya yang penuh antusias bersorak gembira saat ia mencetak dua gol gemilang melawan Arab Saudi dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026.

Dwigolnya membuat Indonesia menang telak 2-0 dan menyalakan harapan mereka untuk mencapai putaran final global tahun depan.

Dianggap sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di tanah airnya, kepahlawanan Marselino telah membawanya ke tingkat ketenaran yang sama sekali belum pernah dirasakan sebelumnya.

“Itu adalah salah satu momen terbaik dalam hidup saya,” kata Marselino.

“Ayah dan ibu saya ada di sana di stadion, dan ketiga saudara laki-laki saya juga. Orangtua saya menangis (haru)! Itu sungguh luar biasa. Saya sangat bangga pada diri saya sendiri, sangat bangga pada tim nasional.”

“Mencetak gol-gol itu juga telah memberi saya lebih banyak keyakinan. Itu telah memberi saya keyakinan untuk terus maju dan mencoba menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,” imbuhnya bangga.

Selebrasi dingin Marselino atas gol keduanya adalah gambaran yang paling abadi dari pertandingan kualifikasi kedua melawan Saudi di stadion GBK.

Setelah penyelesaiannya yang indah ke gawang Saudi, ia dengan santai duduk di kursi sisi lapangan untuk mengamati kegembiraan yang hiruk-pikuk berada di sekelilingnya.

“Ide itu tiba-tiba muncul di depan mata dan dalam benak saya. Saya hanya berpikir, ‘Oke, mari kita lakukan ini’, jadi saya duduk di kursi! Kami memiliki (suporter) pendukung yang fantastis, dan mereka menjadi ingarbingar ketika kami memenangkan pertandingan itu,” kenangnya.

Indonesia adalah satu dari empat timnas yang hanya terpaut satu poin dari Australia yang berada di posisi kedua di Grup C kualifikasi Piala Dunia.

Timnas Jepang adalah pemimpin klasemen sementara, dengan dua teratas yang akan mendapatkan tiket lolos otomatis.

Skuad Garuda akan melanjutkan kualifikasi mereka pada 20 Maret nanti dengan pertandingan tandang melawan Socceroos sebelum menjamu Bahrain lima hari kemudian.

Indonesia akan mulai dipimpin oleh pelatih baru dalam dua pertandingan tersebut, yakni dengan mantan striker Belanda, Patrick Kluivert yang baru-baru ini ditunjuk menyusul pemecatan Shin Tae-yong.

“Saya sangat gembira (dengan kedatangan Kluivert),” ujar Marselino.

“Saya tidak sabar untuk bekerja sama. Saya ingin belajar tentang taktik dan gaya permainannya. Ia adalah legenda sebagai pemain. Ia adalah penyerang hebat untuk Ajax, Barcelona, ​​dan tim nasionalnya. Saya harap ia dapat membangun timnas yang benar-benar bagus di sini.”

Menjelang periode kualifikasi yang menentukan itu, Marselino berharap bisa mendapatkan lebih banyak waktu bermain untuk Oxford United.

Sang penyerang bergabung dengan Oxford pada Agustus 2024 tetapi tidak tampil di skuad utama pada paruh pertama musim karena ia masih beradaptasi dengan sepakbola Inggris.

Januari menjadi tonggak penting dalam kariernya yang masih dalam tahap awal, ketika ia melakoni debutnya yang telah lama dinanti-nantikan dalam pertandingan Piala FA, Oxford melawan Exeter City.

“Saya telah bekerja keras setiap hari dalam latihan, dan saya merasa sangat bersyukur dan diberkati karena bisa mendapatkan menit bermain pertama,” ungkapnya.

“Agak sulit bagi saya (karena kurangnya waktu bermain), tetapi keluarga saya terus memotivasi. Saya juga telah berbicara dengan semua pemain di sini, dan mereka sangat menyambut saya. Mereka sangat baik. Mereka juga selalu memotivasi saya, terutama karena saya masih muda dan saya masih belajar setiap hari.”

“Saya telah belajar banyak,” sambungnya. “Anda harus bekerja keras setiap hari untuk membangun diri dan tubuh Anda. Di Eropa, para pemain seperti binatang buas, terutama di liga seperti Championship. Saya juga telah benar-benar meningkatkan taktik permainan dan penguasaan bola saya.“

“Jika saya boleh memberikan satu nasihat untuk para pemain muda di Indonesia, Anda harus membuktikan diri di liga Indonesia terlebih dahulu. Kemudian, jika Anda ingin melangkah maju – ke Eropa atau liga lain di Asia – Anda harus siap. Anda mungkin sendirian di luar negeri, Anda mungkin stres, jadi Anda harus siap untuk segalanya. Anda harus mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik.”

Keinginan Marselino untuk mengembangkan diri juga merupakan kualitas yang dimiliki oleh idolanya.

“Saya suka Cristiano (Ronaldo),” ungkapnya. “Ia memang berbeda. Saya tidak hanya berbicara tentang semua penghargaan dan golnya. Ia juga berbicara tentang disiplinnya sebagai pemain – ia telah bekerja keras untuk menjadi salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Saya suka cara kerjanya, bukan hanya bakatnya.”

Hebatnya, Ronaldo sudah membuat gebrakan dengan Manchester United dan Portugal saat Ferdinan lahir pada bulan September 2004.

Sebagai anak bungsu dari empat bersaudara, Ferdinan menggambarkan keluarga yang terobsesi dengan permainan indah ini.

Keluarganya telah menghasilkan dua pemain profesional, dengan kakak Marselino, Oktafianus Fernando, yang merupakan pemain sayap untuk klub papan atas Indonesia, Persebaya Surabaya.

“Sejak kecil, kami semua bermain sepak bola bersama,” kata Ferdinan. “Kami sangat menyukainya. Ayah dan saudara laki-laki saya selalu menonton pertandingan Real Madrid dan Manchester United bersama saya. Terkadang saya merindukan momen-momen itu.”

Sejak masa remajanya, Marselino telah memupuk ambisi untuk mewakili negaranya di putaran final Piala Dunia.

“Setiap anak di Indonesia memikirkan itu,” kata Ferdinan. “Itu salah satu impian terbesar saya.”

Indonesia belum pernah lagi lolos ke Piala Dunia sejak 1938, saat negara tersebut dikenal sebagai Hindia Belanda.

Meskipun performa timmas di bawah standar pada Kejuaraan ASEAN baru-baru ini, saat mereka tersingkir di fase grup, optimisme muncul bahwa Skuad Garuda dapat kembali ke panggung global pada tahun 2026.

Skuad mereka telah diperkuat dengan penambahan beberapa pemain kelahiran Belanda dengan garis keturunan Indonesia, dan Marselino mengatakan bahwa tim nasional dengan tampilan baru tersebut telah dengan cepat mengembangkan chemistry yang baik.

“Kami memiliki banyak pemain yang datang dan mereka disambut dengan baik,” kata Marselino, yang melakukan debut internasional seniornya pada usia 17 tahun.

“Kami kini memiliki skuad utama yang kuat, kami memiliki pemimpin, pemain berpengalaman, dan pemain muda. Kami memiliki komposisi yang bagus, dan saya yakin kami dapat mencapai Piala Dunia”

Hasil positif di babak kualifikasi melawan Australia dan Bahrain pada bulan Maret mendatang akan sangat membantu untuk mewujudkan mimpinya.

Dengan harapan yang meningkat di seluruh Indonesia, Marselino menunjukkan rasa laparnya untuk memberikan yang terbaik bagi para suporter setia negara ini.

“Ada banyak dukungan, tetapi pada saat yang sama ada tekanan untuk bermain dengan baik dan menang. Namun, kami menerimanya, kami tahu itu. Kami adalah negara yang besar, dan para pemain tahu tentang tekanan itu.“

“Saya tidak sabar menunggu pertandingan itu (melawan Australia dan Bahrain. Saya tidak sabar untuk bekerja keras dengan rekan satu tim dan pelatih baru. Kami semua bersemangat tentang Indonesia dan mewakili negara, (suporter) pendukung, dan keluarga kami. Kami akan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan dan berjuang untuk setiap bola. Namun, saya tidak ingin terlalubanyak bicara, ini tentang aksi,” papar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *