Fokuskini – Pada tahun 2013, Black Sabbath menggelar konser di Australia untuk pertama dan terakhir kalinya – dan lengkap bersama Ozzy Osbourne dalam kesempatan langka yang lebih dari empat dekade silam dimana sekaligus jadi lokasi mereka memfilmkan album rekaman secara live dan film konser yang menyertainya.
Bertajuk “Live… Gathered In Their Masses,” film dan album tersebut direkam selama dua malam di Rod Laver Arena, Melbourne dan dijejali dengan lagu-lagu klasik Black Sabbath yang disukai publik, serta lagu-lagu baru dari album studio terakhir mereka, “13”.
Di antara lagu-lagu yang dibawakan adalah ‘War Pigs’, ‘Black Sabbath’, ‘Iron Man’, ‘Sabbath Bloody Sabbath’ dan ‘Paranoid’.
Kini, film konser secara lengkapnya telah diunggah ke YouTube secara gratis, berkat platform streaming konser Amerika Qello.
Pengunggahan film konser ini dilakukan menjelang panggung pertunjukan reuni terakhir Black Sabbath yang tiketnya ludes terjual di stadion Villa Park, di kota asal mereka, Birmingham pada Sabtu (5/7/2025).
Dalam pertunjukan itu nanti, Black Sabbath akan tampil bersama Metallica, Slayer, Tool, Guns N’ Roses, Pantera, Lamb Of God, dan masih banyak lagi.
Semua hasil keuntungan dari penampilan terakhir Sabbath akan disumbangkan ke badan amal Cure Parkinson’s, Rumah Sakit Anak Birmingham, dan Acorn Children’s Hospice – rumah perawatan anak yang didukung oleh Aston Villa.
Sharon Osbourne menjelaskan kepada NME bahwa suaminya, Ozzy saat ini dalam kondisi sangat baik dan merasa sangat emosional.
“Ia ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang. Ia tidak memiliki kesempatan itu karena penyakitnya, tetapi kini ia memiliki kesempatan itu.”
Sharon lebih jauh mengatakan kepada NME bahwa pertunjukan ‘Back To The Beginning’ akan hanya tentang perayaan musik lama yang masih hidup, alih-alih Black Sabbath berhasrat merilis materi baru terlebih dahulu.
“(Pertunjukan nanti ibaratnya) Anda sampai pada tahap dalam karier Anda dimana apapun yang Anda lakukan tidak lagi sebanding dengan apa yang Anda lakukan sebelumnya,” ungkap sang istri.
“Untuk bisa berpuas diri dan berkata, ‘Orang-orang (ternyata) masih menyukai ini dan masih laku, dan kami tidak bisa melakukan yang lebih baik dari apa yang telah kami lakukan’. Itu sudah cukup.”
Meskipun penampilan Ozzy Osbourne bersama Black Sabbath telah dikonfirmasi, sejauh mana keterlibatannya – mengingat kesehatannya yang buruk – masih dipertanyakan.
Namun kini vokalis legendaris dan Pangeran Kegelapan itu telah membuka diri tentang seberapa besar harapan masyarakat penggemarnya untuk ia tampil di atas panggung bersama Black Sabbath pada bulan Juli nanti.
Dia mengatakan tentang konser yang tiketnya ludes terjual pada episode terakhir acara Ozzy Speaks di SiriusXM,“Saya tidak berencana tampil (penuh) bersama Black Sabbath, tetapi saya akan tampil sedikit bersama mereka. Saya akan melakukan apa yang saya bisa, yang membuat saya merasa nyaman.”
Osbourne, yang terakhir kali tampil penuh pada tahun 2018, menambahkan: “Saya berusaha untuk bangkit kembali. Saat bangun pagi, saya langsung melompat dari tempat tidur. Saya harus menyeimbangkan diri, tetapi saya tidak mati. Saya masih aktif melakukan berbagai hal.”
Kabar terbaru ini muncul setelah Ozzy mengungkapkan bahwa ia kini tidak bisa berjalan akibat penyakit Parkinson.
Namun istri sekaligus manajernya, Sharon telah meyakinkan para penggemar bahwa penyakitnya tidak memengaruhi suaranya.
Tiket untuk konser tersebut mulai dijual dua minggu lalu, dan banyak penggemar yang frustrasi karena berusaha mendapatkan tiket.
Beberapa orang juga mengkritik harga tiket yang tinggi – meskipun semua keuntungan dibagi rata antara Cure Parkinson’s, Birmingham Children’s Hospital, dan Acorn Children’s Hospice.
Namun yang lain senang karena berhasil mendapatkan tiket untuk pertunjukan tersebut.

