Fokuskini – Magnus Carlsen sangat sulit untuk dikalahkan saat ia sedang dalam performa terbaiknya.
Pecatur super Grand Master asal Norwegia itu masih menjadi pemain terunggul di dunia, terutama dalam turnamen yang panjang, bahkan saat ia jauh dari performa terbaiknya.
Carlsen memastikan untuk menyampaikan pemikirannya setelah menang dalam turnamen Grand Chess Tour Croatia Rapid & Blitz di Zagreb yang berakhir kemarin, di mana ia berjuang keras untuk mengeluarkan permainan terbaiknya.
“Ketika tidak ada orang lain yang tampil hebat, permainan terbaik saya biasanya sudah cukup. Namun, saya selalu berusaha untuk lebih baik,” Carlsen mencoba bersikap jujur.
Pecatur peringkat satu dunia itu menuntaskan kompetisi 27 ronde itu dengan raihan 22,5 poin, sedangkan GM Amerika Serikat Wesley So finis di posisi kedua dengan 20 poin, dan Juara Dunia Catur Klasik asal India GM Gukesh berada di posisi ketiga dengan 19,5 poin dari 10 pecatur tangguh yang diundang berkompetisi.
“Tidak terasa bahwa saya telah memenangkan turnamen, karena penampilan saya pada suatu hari (tertentu) cukup baik, selebihnya paling banter biasa saja,” diakui Carlsen kepada taketaketake.
Turnamen ini menampilkan sembilan ronde catur cepat dan 18 ronde catur kilat, dengan total poin yang menentukan pemenang.
Gukesh tampil luar biasa di catur cepat untuk meraih keunggulan yang meyakinkan, dan menjadi favorit saat memasuki babak catur kilat.
Namun, pecatur jenius berusia 19 tahun itu bermain buruk ada giliran catur kilat, yang dimainkan dengan kontrol waktu lima menit dengan penambahan 2 detik sejak langkah pertama dijalankan.
Gukesh hanya bisa memenangkan empat permainan dan selebihnya cuma berhasil seri, lagipula kalah dalam 10 ronde lainnya.
Carlsen memanfaatkan kesempatan untuk mendominasi laga catur kilat, hanya kalah satu permainan, yaitu melawan GK Nodirbek Abdusattorov asal Uzbekistan, sementara menang delapan kali dan seri di sisanya.
Gukesh sebenarnya berhasil mengalahkan Carlsen di di babak catur cepat, dan artinya mencetak kemenangan keduanya atas sang bintang tahun ini.
Namun, Carlsen membalas kekalahannya di babak catur kilat dengan sistem kompetisi round-robin ganda, mengalahkan Gukesh sekali dan bermain imbang di pertandingan berikutnya.
“Saya tidak tahu apakah ini melegakan. Saya tidak (ngotot) keluar dan meraihnya, saya hanya bertahan hidup, begitulah yang saya rasakan. Saya tidak boleh terlalu negatif, senang rasanya menang,” ungkap Carlsen. (dari berbagai sumber)

