“Superman,” Awal Menggembirakan DC Studios

Galeri Seni Podium Video Opsi

Fokuskini – Warner Bros tengah merayakan peluncuran global senilai USD220,0 juta yang telah dikonfirmasi untuk Superman produksi DC Studios – reboot dari waralaba di bawah komando wakil ketua dan wakil CEO James Gunn serta Peter Safran, dengan Gunn yang juga dipercayakan menjabat sebagai sutradara film tersebut.

Walaupun perolehan internasional (USD95,0 juta dari 78 pasar pemutaran) gagal menyamai angka domestik Amerika Utara (USD125,0 juta), namun ini tetap saja merupakan awal yang menggembirakan untuk film pertama dari DC Studios, setelah perjalanan yang berliku bagi pendahulu studio DC Films.

Jumlah pemirsa mungkin telah menurun di Eropa akibat bencana gelombang panas saat ini, sementara final tenis putra Wimbledon pada hari Minggu lebih menarik perhatian terutama di negara tuan rumah Inggris serta Italia dan Spanyol, negara asal pesaing Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz.

Bagi operator bioskop, ini adalah peluncuran film laris ketiga yang sukses di akhir pekan berturut-turut, setelah F1 dari Warner Bros./Apple dan Jurassic World Rebirth dari Universal.

Periode musim panas ini juga menghadirkan dua film sukses lainnya, Lilo & Stitch dari Disney, dan How To Train Your Dragon dari Universal/DreamWorks.

Di Amerika Latin, Superman menduduki peringkat pertama secara regional dengan pangsa pasar 50%, memuncaki box office di 13 lokasi pemutaran.

Di kawasan Eropa juga masyarakat penonton film ini meraih peringkat pertama secara regional.

Di Asia, Superman menduduki peringkat pertama di sebagian besar pasar termasuk India dan Indonesia, mengalahkan film-film lokal.

Di Filipina, film DC meraih pangsa pasar sebesar 68%.Namun, di Tiongkok, Superman berada di peringkat keempat, di belakang Jurassic World Rebirth (dalam minggu kedua pemutarannya) dan F1 (dalam minggu ketiganya) serta judul lokal Malice – menurut pengumpul data lokal Artisan Gateway.

Di antara pasar pemutaran secara internasional, Inggris dan Irlandia memimpin perolehan terbanyak penonton Superman, dengan perkiraan pendapatan sebesar USD9,8 juta, di atas Meksiko (USD8,8 juta), Tiongkok (USD6,6 juta), Brasil (USD5,9 juta), dan Australia (USD5,3 juta).

Berikutnya adalah Prancis dan Korea Selatan (keduanya diperkirakan mencapai USD4,2 juta), lalu India (USD3,8 juta – terbilang rekor debut DC di sana) dan Spanyol (USD2,9 juta). Jepang, Italia, dan Filipina berada di posisi yang sama dengan perkiraan pendapatan sebesar USD2,5 juta.

Jerman tidak begitu antusias dengan Superman – film tersebut mendarat di posisi ketiga di belakang judul-judul terdahulu yaitu Jurassic World Rebirth dan F1.

Imax diperkirakan meraup pendapatan global sebesar USD30,4 juta – pangsa pasar sebesar 14%. Untuk pasar internasional, total pendapatan Imax sebesar USD11,3 juta mewakili pangsa pasar sebesar 12%.

Gunn dan Safran mengambil alih kendali studio DC yang baru dibentuk pada November 2022.

Dalam iterasi Warner Bros/DC sebelumnya, film-film Superman meliputi Superman Returns (2006) karya Bryan Singer, Man of Steel (2013) karya Zack Snyder, dan Batman V Superman: Dawn of Justice (2016). Film solo Superman terlaris adalah Man of Steel – dengan pendapatan sepanjang masa sebesar USD670,1 juta menurut data yang tersedia dengan Batman V Superman: Dawn of Justice yang melampauinya dengan pendapatan sebesar USD874,4 juta.

Jurassic World Rebirth dari Universal adalah film kelima yang mencapai USD500 juta sejauh ini di 2025– setelah A Minecraft Movie, Lilo & Stitch, Mission Impossible: The Final Reckoning, dan How To Train Your Dragon.

Jurassic World Rebirth menambahkan sekitar USD108,1 juta di sesi keduanya, sehingga total 12 harinya menjadi USD529,5 juta.

Akan tetapi kehadiran Superman membuat dinosaurus terpuruk – turun 57% di Amerika Utara dan 51% di pasar internasional.

Pendapatan internasional (USD297,3 juta sejauh ini) mengungguli Amerika Utara (USD232,1 juta).

Tiongkok berada jauh di depan dalam kelompok internasional, dengan perolehan USD62,7 juta sejauh ini, dan Jurassic World Rebirth minggu ini akan menyalip Mission Impossible: The Final Reckoning dari Paramount untuk menjadi film asal Amerika Serikat teratas di Tiongkok pada tahun 2025.

Berikutnya dalam peringkat internasional adalah Inggris dan Irlandia dengan USD26,4 juta untuk Jurassic World Rebirth, di depan Meksiko (USD22,8 juta), Jerman (USD15,5 juta), Australia (USD12,6 juta), Prancis (USD12,4 juta), dan Korea Selatan (USD12,1 juta).

Jurassic World Rebirth berhasil mengalahkan Superman di sejumlah pasar besar dan menengah, mempertahankan posisi puncak box office akhir pekan di Tiongkok, Jerman, Prancis, Italia, Austria, Belanda, Belgia, dan Argentina.

Ketiga film Jurassic World sebelumnya (2015, 2018, 2022) meraup pendapatan kotor lebih dari USD1 miliar di seluruh dunia – prestasi yang juga diraih oleh Jurassic Park pada tahun 1993.

Dua sekuel langsung dari film aslinya kurang meraup pendapatan kotor, dan yang terendah adalah Jurassic Park III (2001) dengan pendapatan kotor USD368,8 juta, menurut data tersedia yang belum disesuaikan dengan inflasi.

Juga untuk Universal di akhir pekan, film remake live-action DreamWorks, How To Train Your Dragon menambahkan sekitar USD20,8 juta secara global, sehingga totalnya setelah lima minggu menjadi USD560,8 juta. Film ini kini telah melampaui total pendapatan sepanjang masa dari dua dari tiga film dalam serial film animasi tersebut, hanya kalah dari USD622 juta yang diraih secara global oleh How To Train Your Dragon 2 (2014). Namun perbandingan ini tidak disesuaikan dengan inflasi.

Lilo & Stitch produksi Disney menambahkan sekitar USD9,9 juta secara global pada akhir pekan, sehingga totalnya menjadi USD994,3 juta – kurang dari USD6 juta lagi untuk mencapai USD1 miliar.

Lilo & Stitch merupakan film AS terlaris tahun ini, melampaui A Minecraft Movie milik Warner Bros/Legendary (USD955,1 juta).

Lilo & Stitch mengalami penurunan tipis sebesar 32% di box office Amerika Utara pada akhir pekan, dan turun 38% di pasar internasional.

Film ini mendapat sambutan yang sangat baik di Amerika Latin, dan menjadi film terlaris kesembilan sepanjang masa di kawasan tersebut.

Meksiko (USD66,9 juta) memimpin tabel internasional, di depan Inggris dan Irlandia (USD48,8 juta), Prancis (USD42,0 juta), Brasil (USD37,2 juta) dan Jerman (UDD32,1 juta).

Juga untuk Disney, film orisinal Pixar, Elio, menambahkan sekitar USD9,9 juta di seluruh dunia (menyamai Lilo & Stitch), sehingga totalnya menjadi USD117,3 juta. Film ini turun 32% di Amerika Utara dan 45% di pasar internasional.

Dua film Disney di atas dan juga “How To Train Your Dragon” menghadapi persaingan untuk penonton keluarga minggu depan dengan kedatangan “Smurfs” dari Paramount, diikuti seminggu kemudian oleh “The Bad Guys 2” dari Universal/DreamWorks.

Perilisan “The Fantastic 4: First Steps” dari Disney/Marvel pada akhir Juli juga sedikitnya harus lumayan menarik bagi keluarga. (screendaily/jos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *